Selasa, Mei 26, 2026
spot_img

Ketua BPD Sikucing Garong “ Memfitnah Media Rajawalinews ‘’ Demi Tutupi Kebusukkan Pribadinya

Kalimantan Barat Ketapang “ Rajawalinews.online “

Hasil penghimpunan Tim Media Rajawalinews (RN) Group berdasarkan kutipan keterangan Pak Agen RT. 09 Kampong Telok Sandong Dusun Pauh Desa Kualan Tengan Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar), ikwalnya Pak Kades Kualan Tengah sebut namanya ‘’ Licong ‘’ mulai dari pemilihan Kades (Kepala Desa) hanya baleho saja yang di pajang.

Dok: Rupinus Minin Ketua BPD Desa Kualan Tengah Kecamatan Simpang Hulu Kab.Ketapang Kalbar.

Pak Kades Licong tak pernah datang kesini di RT.09 ini, jadi dia tak tahu keluhan warganya. Bantuan lain selain Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang di kordinir dan dikelola Kades dan Pemerintahan Desa Kualan Tengah, itupun hanya beberapa orang saja yang dapat dan Proyek pembangunan lainnya hanya bendungan air bersih yang tak selesai hingga sampai saat ini.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Malahan proyek bendungan air bersih tersebut sudah jebol sebelum sempat dirasakan dan dinikmati warga masyarakat setempat dan tak ada keterangan Dana darimana dan berapa besar Pagu proyek bendungan air bersih sehingga terkesan proyek gagal,” ujarnya.

Dok: Proyek bendungan air bersih hingga sampai saat ini tidak bermanfaat dan berpungsi di Desa Kualan Tengah

Analisis faktanya, tim RN investigasi kelapangan menghimpun data dan fakta permulaan adanya potensi proyek dan kebijakan busuk dalam wewenangan kekuasaan tak jelas dan pengadaan proyek milik bajingan bandit untuk kepentingan Korupsi bersama kebijakan dan arahan kepentingan menggunakan wewenang kekuasaan yang timpang dan bencot dalam Pemerintahan Desa sarat akan kepentingan bajingan bandit dalam Pemerintahan Desa yang tak jelas dan abal-abal.

Terindikasi disinyalir berdasarkan analisis fakta dan penghimpunan data permulaan proyek bangunan bendungan air bersih itu tak mengunakan jenis batu hanya semen dan pasir saja, kondisi proyek bendungan air bersih sudah rusak dan jebol di dalam hutan semak belukar dan hutan belantara, banyak kayu dan dedaunan yang berada di dalam penampungan air bersih tersebut serta posisi lobang air di atas dan airnya lewat bawah begitu saja akibat bendungan penahan cor gantung dan sudah rusak tidak bermanfaat.

Dok: Kepala Desa Kualan Tengah Pak Licong.

Diindikasikan wujud proyek asal-asalan dan proyek Mark-Up ladang Korupsi menggunakan pola pikiran Si-kucing garong, untuk mengarong dan membegal serta merampok keuangan Negara mengatasnamakan proyek kepentingan masyarakat Desa yang miskin dan kecil bersama kekuasaan Kepala Desa Kualan Tengah abal-abal.

Terpisah, diterangkan pak Adeng warga masyarakat setempat pada awak media RN,”Di sini solar 17 ribu dan pertalite 15 ribu perliter. Saat ini pak Kades Licong tak pernah datang, hanya balehonya saja. Di RT. 09 Telok Sandong ini pembangunan sangat minim sekali, jalan hancur dan anak anak susah mau sekolah karena jauh. Sebagian anak-anak disekolahkan di Balai Bekuak,” ujarnya pak Adeng tokoh masyarakat Telok Sandong.

Menurut saya, tak etis Ketua BPD mengatakan yang dimediakan tim siluman, Rajawalinews sudah bersusah payah datang ke Desa, Dusun dan RT’nya namun di anggap hoax belaka, untuk apa buat bohong sudah jauh-jauh kesana, kurang profesional sekali seorang Ketua BPD mengelak untuk bela diri tapi bukti dan fakta jelas. Di sini banyak penambang emas liar, malahan di samping rumah pak Ketua BPD pun banyak dompeng yang nambang, ini sudah jelas pembiaran.

Lanjut dijelaskan Kades Licong kepada RN lewat chat WhatsApp bahwa dia baru menerima penghargaan ke-90 dari 211 Desa terkait penyaluran DD-ADD. Di sini yang perlu kita pertanyakan, seperti apa kiteria dalam pemberian piagam penghargaan tersebut, sedangkan jelas-jelas keadaan di RT. 09 Dusun Pauh Teluk Sandong tersebut belum bisa dikatakan layak dalam pembangunan dan penyaluran DD-ADD nya, sehingga pemberian piagam penghargaan tersebut patut kita pertanyakan. Menurut pak Kades Licong, kalau awak RN minta keterangan dari pendukung dia tak seperti ini. Apakah itu merupakan sebuah solusi yang benar, bukannya itu dinamakan jeruk makan jeruk, yang jelas kalau seperti itu maka kejahatan Korupsi tidak akan terungkap.

Pada pemberitaan RN beberapa waktu yang lalu, Ketua BPD Desa Kualan Tengah ‘Rupinus Minin’ memberikan keterangan kepada awak RN bahwa pihak Desa atau Pak Kades Licong ‘’ tidak pernah memberikan atau berkordinasi sama BPD tentang penyaluran DD-ADD. Namun setelah itu Ketua BPD berbalik arah dengan membuat pernyataan secara tertulis mengatakan tidak pernah memberi keterangan kepada Wartawan RN dan pemberitaan media RN tidak benar alias HOAX.

Perlu dipertegaskan penafsiran dan cek fakta bahwa awak wartawan RN Group tidak pernah mempublikasi Hoax, apa itu arti Hoax kami tidak mengerti, apa itu Hoax atau Hok. Semua publikasi berdasarkan narasumber dan fakta serta data. Disinyalir prilaku busuk dan penzalim maupun pecundang merupakan sifat tidak terpuji dari seorang Ketua BPD Desa Kualan Tengah.

Demi kepentingan pribadi Si-kucing garong Ketua BPD menghalalkan sebuah kebohongan busuk serta ludah sendiri yang sudah jatuh ke tanah di jilat kembali, berperilaku Sontoloyo mengatakan yang benar salah, kata-kata salah dibenarkan, itulah sifat dan tabiat si Sontoloyo penzalim dan pengkhianat dalam keuangan Negara untuk pembangunan Desa terisolir. Ketua BPD Si-kucing garong memfitnah Media Rajawalinews Group demi menutupi kebusukan pribadinya.*##(Tim Rajawali.002)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!