Kalimantan Barat Sukadana-KKU ” Rajawalinews.online ”
Kerusakan infrastruktur penunjang akses vital jalan Telok Batang-Melano-Sukadana Kabupaten Kayong Utara (KKU) wilayah hukum Kalimantan Barat (Kalbar) semakin hari dan tahun semakin parah mengancam keselamatan masyarakat pengguna jalan Kota/KKU.

Diungkapkan ” Wak Mang Sa’uk ” putra Kalbar pada awak media Rajawalinews (RN) Group. Selasa(13/09/22),” Sudah bertahun-tahun belum juga tersentuh perbaikan dari Pemerintah Daerah (Pemda). KKU sudah 3 (tiga) kali ganti Bupati, saat ini tahun 2022 dibawah pimpinan Bupati sebut namanya Citra Duani, 2 (dua) tahun lagi berakhir jabatannya sebagai Bupati namun keadaan infrastruktur tetap seperti ini.” ujarnya penuh raut kesal.

Meski jalan menjadi salah satu faktor akses utama bagi memajukan suatu Daerah. Namun akses vital jalan lintas antar Kabupaten KKU dan Kabupaten Ketapang Kalbar. mengalami kerusakan nyaris hampir 90 persen. Jalan tersebut rusak parah Laksana Kubangan Kerbau, masih cantik jalan akses ke sawah di saat musim penghujan seperti ini.”celotehnya Wak Mang Sa’uk.
Sudah sangat tidak layak, jalan lintas Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi ini. Kalau musim hujan kondisi jalan becek dan licin, acap kali timbul kecelakaan bagi para pengedara sepeda motor dan motor yang baru akan cepat rusak akibat berbenturan dengan jalan yang berlobang sangat dalam tersebut,” imbuhnya lebih lanjut pada awak media RN.

Jujur, saya putra anak Kalbar merasa malu melihat kondisi pembangunan akses jalan di Kabupaten KKU yang memisahkan diri dari Kabupaten Ketapang Kalbar sudah 13 tahun lamanya, katanya mau mekar jadi Kabupaten agar Sukadana bisa lebih maju setelah lepas dari Kab. Ketapang. Namun apa ada, jalan kota/Kabupaten KKU terkesan tidak di bangun dengan sempurna adapun jalan yang di bangun terindikasi disinyalir Hancai Kelarai dan Carutt Marut, disinyalir proyek abal-abal untuk Korupsi keuangan Negara.
Sampai saat ini, jalan yang sudah rusak parah dan tidak layak di lintasi pengendara atau masyarakat belum tersentuh pembangunan dengan merata, dari tahun 2020-2022 Proyek pengaspalan dari Pemerintah Daerah KKU, proyek bersumber keuangan APBD tersebut terindikasi disinyalir bentuk petunjuk fakta proyek penipu atau proyek abal-abal, proyek terindikasi Mark-Up ladang komplit Korupsi sisteamatis berjema’ah. Pasalnya, proyek jalan Telok Batang – Melano – Sukadana proyek spood-spood. Proyek penipu alias proyek pengakal yang disinyalir proyek ladang korupsi dalam wewenang kekuasaan jabatan, potensi proyek penjalim, pengkhianat, dan pecundang masyarakat setempat.
Diindikasikan Sukadana tidak layak menjadi sebuah Kabupaten, lantaran beberapa titik ruas jalan akses lintas Kabupaten selama 15 tahun pemekaran sejak tahun 2007 belum/tidak sempurna di bangun. Di mana aliran keuangan APBD untuk percepatan pembangunan jalan? Harapan saya sudi-kiranya Bapak Ir.H.Joko Widodo sebagai Presiden RI dan Menteri Dalam Negeri untuk mengembalikan Kabupaten Kayong Utara (KKU) kepada Kabupaten Ketapang. Ikwalnya, KKU gagal dalam pembangunan, terutama infrastruktur untuk kapasitas umum yaitu jalan Kota/KKU,” tandasnya Wak Mang Sa’uk.
Hasil temuan Tim RN, kondisi jalan Kota/Kabupaten KKU, bisa dikatakan tidak layak. Masih layak jalan akses menuju ke sawah. Seyokyanya, Pak Presiden dan Pak Mendagri untuk mengambil sikap mengembalikan KKU pada Kabupaten Ketapang saja, KKU terkesan tak bisa membangun dan mengelola anggaran keuangan Negara untuk sebuah pembangun akses jalan Kota/KKU.
Dimana keuangan Negara trilyunan rupiah untuk pembangunan jalan. Kepada oknum aparat panglima penegak hukum di pusat agar Peka, terutama KPK dan Tim Piksus Kejagung agar sudi mengudit keuangan Negara, yang mana Exsen proyek 100’an milyar pembangunan mengatasnamakan masyarakat dimakan Lintah penghisap darah berkepalakan manusia dalam kekuasaan jabatannya.
Audit proyek jalan dan air bersih maupun kapasitas pembangunan yang bersumber dari keuangan Negara untuk kepentingan umum mengatasnamakan masyarakat miskin dan kecil, terutama di area kawasan Desa dan Kecamatan yang terisosilir di pulau dan di dalam Kota/KKU.*##(Tim Rajawali.002)


