Selasa, April 21, 2026
spot_img

Jalan TMMD Milik Negara Rusak Akibat Truck Bawa Kayu Lok ‘’ Tak Tau Dari Mana Asalnya?

Kalimantan Barat Ketapang “Rajawalinews.online”

Akibat aktivitas truck pengangkut kayu balok alias kayu lok berbagai jenis, membuat jalan semakin rusak parah. Pasalnya,Truck pembawa kayu yang melintas setiap hari semakin merusak jalan. Yang mana truck membawa kayu balok di bongkar di tengah Desa dan di olah menggunakan Somel mini (Sarkel).

Jalan lingkungan Desa – Kecamatan saat ini sudah semakin rusak parah akibat aktivitas tersebut terus berlangsung dan di lalui truck bermuatan kayu yang over kapasitas, sehingga merugikan masyarakat di lingkungan Desa setempat. Semoga saja ada perhatian dari Penegak hukum untuk mengtekel sebab musabab jalan rusak di lintasi Truck pembawa kayu Lok, darimana asal usulnya. Kayu diolah di tempat dan di angkut keluar kota. Seperti apa ijin dan aturan mainnya.

Dok: Lok kayu segi bersemi kembali

Heryanto warga Dusun Bumbung Raya, Desa Riam Bunut Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Saat di konfirmasi ditempat kerjanya pada Senin (25/04/22) menjelaskan pada Rajawalinews (RN).”Jalan yang di bangun lewat program Tentara Manunggal Masuk Desa(TMMD) sejak Oktober 2021 sampai hari ini, baru ± 6 bulan sudah rusak dan memprihatinkan.

Penyebabnya gara-gara di Desa Riam Bunut ini ada tempat bongkar muat kayu segi yang didatangkan pengusaha lewat darat dan air. Kayu yang ditumpukan di tepi sungai kemudian di angkut menggunakan Truck dengan muatan over kapasitas dengan beban belasan ton melalui jalan rabat beton, sudah barang tentu membuat jalan rabat beton menjadi rusak, akibat tekanan beban berat. Jalan yang di bangun anggota TNI ini harusnya di jaga dan di rawat agar tetap bagus, sehingga mobilitas masyarakat tetap lancar.

Lanjut dikatakan Yanto sapaan akrabnya,”Saya pernah mengingatkan supir Truck kalau muat kayu jangan terlalu penuh, namun sama sekali tidak digubris, acap kali saya melihat pengusaha kayu tersebut bongkar muat dari mobil satu ke mobil lainnya di halaman gedung serbaguna. Kebetulan gedung serbaguna berdampingan dengan somel milik Kepala Dusun (Kadus) Bumbung Raya.

Dok: Lok jenis kayu bengkirai berkualitas di babat dan di angkut berlenggang kangkong aman terkendali masuk kota.

Ini juga yang menjadi penyebab halaman gedung serbaguna dijadikan pintu masuk untuk mobil bongkar muat kayu segi, terlihat dari fisik halaman gedung semennya pecah dan lebih parahnya lagi tumpahan oli kotor berserakan di halaman, belum lagi dalam gedung penuh dengan debu dan sampah akibat dari aktivitas mesin serkel tersebut. Sehingga lingkungan sekitar aset Desa ini sangat semeraut. Harusnya aset Desa yang menjadi fasilitas umum di jaga dan di rawat bukannya dirusak.”keluh Yanto.

Saya heran, di Desa Riam Bunut ini menjadi terminal kayu segi, mulai kayu Bengkirai, Kapur, Belian, dan Meranti. Kayu ditumpukan di Desa kami, sementara pengusahanya tidak memikirkan kalau jalan kami makin cepat rusak, akibat houling mereka hampir tiap hari. Kuat dugaan kayu-kayu ini tidak memiliki dokumen yang sah alias hasil pembalakan liar,”ungkap Yanto.

Dok: Somel pengolahan kayu di lingkungan Desa Riyam Bunut di Kec.Laur.

Yanto meminta agar Aparat Penegak Hukum (APH) bisa menertibkan aktivitas yang terjadi di Desa Riam Bunut ini. Yanto juga meminta agar anggota TNI yang terlibat dalam pembuatan jalan TMMD di Desa Riam Bunut ini mendukung penuh aspirasi kami yang kecewa dengan pengguna jalan yang bermuatan over kapasitas tersebut.”pungkas Yanto.

Terpisah, saat team RN menjambangi Kades Riam Bunut ‘Supardi’ di kantor Desa Rabu (27/4/22), beliau menanggapi apa yang menjadi keluh kesah masyarakat pengguna jalan TMMD dan menjelaskan,”Terkait adanya penumpukan kayu, Saya tidak mengetahui kalau kayu-kayu itu milik pengusaha dari luar.

Lanjut dikatakan Kades Supardi,” jalan beton memang tidak boleh di lalui beban terlalu berat, yang menggunakan jalan rabat beton harus paham dengan tonase angkutannya. Saya sudah sering mengingatkan Kepala Dusun Bumbung Raya tentang jalan dan tentang gergaji serkel miliknya. Agar Kadus menjaga lingkungan dan jangan sampai mengganggu fasilitas umum dan kepentingan umum, namun selalu diabaikan.

Harusnya dia yang menjaga semua wilayahnya, bukan sebaliknya. Harapan saya, pengusaha yang menumpukan kayu di Desa harus ditertibkan. Karena saya tidak mau di Desa saya banyak kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan hukum.” ungkap Supardi.*##(Team)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

error: Content is protected !!