PURWAKARTA, Rajawalinews – Setelah plapond Mall Pusat Pelayanan (MPP) Bale Madukara jebol, akhir Desember 2020, kini giliran pagar MPP ambruk.
Diduga, ambruknya bangunan pagar sepanjang 50 meter lantaran syarat dengan praktek koruptif.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ambruknya pager pembatas bangunan MPP Bale Madukara berawal sejak dua hari belakangan ini timbul retak-retak di bangunan pagar.
Setelah itu, baru pada hari Senin (28/2/2022) bangunan pagar sepanjang 50 meter itu langsung ambruk. Untungnya dalam peristiwa itu tidak memakan korban.
Ketua Pusat Pengkaji Pembangunan Purwakarta (KP4) Budi Pratama mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus jebolnya pagar MPP Bale Madukara.
Pasalnya, sejak awal dari proses perencanaan tersebut banyak kejanggalan.
“Kami mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus ini agar semakin terang benderang,” jelasnya.
Seperti diberitakan, Gedung Bale Madukara yang diresmikan akhir bulan Desember 2020 mulai terlihat aslinya.
Plapond gedung yang dibangun sebagai Mall Pusat Pelayanan jebol pada Minggu (8/2/2021) kemarin sore.
Ditengarai PT Diori sebagai kontraktor diduga tidak menjalankan pekerjaan sesuai spesifikasi.
“Buktinya, baru satu bulan lebih launching plafon sudah jebol. Kenapa bisa seperti itu? Tentunya karena pengerjaannya diduga asal-asalan,” kata seorang warga.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dian Andriansyah mengaku, pembangunan pagar tersebut sudah lama.
“Kami (DPMPTSP) yang bertanggung jawab atas gedung saja. Terkait kerusahan bagian luar gedung, seperti pagar bisa ditanyakan ke bidang pertamanan dan PUPR,” katanya, Senin (28/2/2022) sore. (Moch Indrawan)


