Kalimantan Barat Ketapang “Rajawalinews.online”
Transmigrasi Desa Satai Lestari sebanyak 220 KK di Kec. Tanjung Satai Kab.Kayong Utara (KKU) Kalimantan Barat (Kalbar), hingga kini belum tersentuh penerangan listrik, sehingga Pemerintah Desa yang di pimpin Kades Baharudin terus berupaya berjuang melalui program listrik masuk Desa untuk penerangan. Warganya sudah 7 Tahun lamanya dalam keadaan gelap gulita.

Kades Baharudin berharap semoga saja pada tahun 2022-2023 perkampungan Transmigrasi tersentuh penerangan listrik,” katanya pada Rajawalinews (RN) Group Rabu (11/05/22) dengan nada sedikit tinggi.
Pemerintah Desa Satai Lestari berjuang untuk mendapatkan penerangan listrik melalui misi program Presiden RI, Ir.H.Jokowi berupa Listrik Masuk Desa (LMD). Yang mana sasarannya adalah perkampungan yang belum tersentuh dan mendapatkan penerangan listrik.
Transmigrasi Desa Satai Lestari sudah 7 tahun belum tersentuh listrik, setiap malam merasakan kegelapan akibat tidak adanya pasokan listrik di Transmigrasi Desa Satai Lestari.
Ironinya Transmigrasi Desa Satai Lestari sebanyak 220 Kepala Keluarga (KK) selama 7 tahun ini gelap gulita, warga masyarakat yang saya pimpin dan bina ini belum pernah merasakan penerangan lampu listrik, selebihnya mereka menggunakan penerang lampu tembok atau pelita selama 7 tahun, kita juga mendukung dan memperjuangkan sepenuhnya visi dan misi program Bapak Bupati KKU “Bersih Bersinar bersama listrik masuk Desa terang siang dan malam” semua ini harus terwujud.

Desa Satai Lestari dengan sumber daya yang berlimpah, akan tetapi masih ada tertinggal dalam pembangunan LMD, warga yang hidup serba dalam kekurangan inilah yang menjadi tantangan Kementerian Desa dan Pemerintahan Kabupaten serta Desa, perencanaan pembangunan harus senada dengan visi dan misi Bupati.” tuturnya Kades Satai Lestari, Baharudin.”##(Misran – Yan)


