KUNINGAN – RAJAWALINEWS.ONLINE,- Seratus hari masa kerja pasangan Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani menjadi sorotan tajam dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Frontal yang menilai kinerja pemerintahan belum menunjukkan perubahan signifikan dalam menjawab tantangan yang dihadapi daerah.
Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, dalam keterangannya pada Sabtu (1/6), menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait kondisi Kabupaten Kuningan selama tiga bulan terakhir. Menurutnya, sektor ekonomi menjadi salah satu aspek yang paling memprihatinkan, dengan melemahnya daya beli masyarakat dan lesunya aktivitas pasar.
“Banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Pedagang di pasar mengeluh karena penjualan menurun drastis,” ujar Uha.
Selain itu, infrastruktur jalan yang rusak di berbagai wilayah, ketimpangan sosial yang semakin tajam, serta meningkatnya angka pengangguran turut menjadi sorotan. Ia juga menilai kinerja aparatur pemerintah daerah belum maksimal, hanya menjalankan tugas secara formal tanpa terobosan berarti.
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru mencapai 18 persen pada triwulan pertama juga menjadi catatan serius. Kondisi ini, ditambah dengan defisit anggaran dan masih adanya gagal bayar pada APBD 2025, disebut berdampak langsung pada stagnasi kegiatan pembangunan dan ekonomi daerah.
Tak hanya aspek teknis, gaya kepemimpinan Bupati Dian juga menjadi sorotan. Uha menilai kepemimpinan saat ini cenderung elitis dan kurang membumi, sehingga menciptakan jarak dengan masyarakat.
“Slogan ‘Kuningan Melesat’ belum tercermin dalam realitas. Kepemimpinan yang komunikatif dan hadir di tengah masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi berbagai persoalan mendasar ini,” tegasnya.
Uha mengingatkan, tanpa perubahan signifikan dalam cara memimpin dan mengelola pemerintahan, masa depan Kabupaten Kuningan akan menghadapi tantangan yang lebih kompleks.
Pemerintah Kabupaten Kuningan belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan ini. Ruang dialog dan klarifikasi terbuka bagi pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan maupun rencana perbaikan ke depan. (Red)
Kuningan, 1 Juni 2025
Uha Juhana
Ketua LSM Frontal


