Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Pelaksanaan dan perencanaan bisa di bilang seperti kelakuan Si-kucing garong atau perencanaan pelaksanaan pemain bocor keliling masuk angin dalam perjalanan Proyek Tender dan PL bersumber dari dana APBD-APBN tahun 2021-2022 dari anggaran ratusan juta hingga puluhan miliar. Bisa di bilang proyek exsen gagal mutu dan gagal kualitas proyek milik Pemerintah Daerah yang sempat viral di media sosial.

Daftar perencanaan dari Bappeda hak paten Pemerintah Daerah, banyak proyek gagal dalam perencanaan bernilai milyaran dengan hasil asal-asalan. Di dalam perencanaan dan pelaksanaan, terutama Notabene perencanaannya tak efektip dan tak jelas dari Bappeda Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar).

Setiap tahunnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum, namun realitanya terindikasi disinyalir kuat adanya Ladang potensi Korupsi proyek Pemerintah dan adanya dugaan rekayasa sejak perencanaan sudah masuk angin bocor kecil, dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) yang terkesan perencanaannya Laksana kucing garong dalam mengambil kebijakan serta pelaksanaannya dalam kontes operasi dan bervariasi untuk setiap proyek pembangunan, ada yang ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Sayangnya, tidak jarang kita temukan proyek pembangunan yang hasilnya asal-asalan, padahal menelan anggaran besar, sempat viral di Medsos lantaran masyarakat kecewa karena merasa bahwa proyek yang direncanakan tidak sesuai harapan, padahal dana yang dikeluarkan berasal dari uang rakyat dari pajak yang dibayar rakyat. Seharusnya pembangunan tersebut dapat dinikmati rakyat bukannya untuk mengisi dompet oknum pejabat, oknum pelaksana dan oknum aparat penegak hukum.
Korupsi di berbagai proyek Pemerintah sebenarnya dikarenakan adanya kesempatan Aji mumpung. Dalam kasus manipulasi dan penggelapan uang Negara dalam Proyek di depan mata yaitu, Proyek Puskesmas Pesaguan, Puskesmas Sandai, Puskesmas Pemahan, proyek Jembatan di Jelai Hulu, Pasar Sentap, Museum di Taman Sepakat dan masih banyak yang lainnya. Sudah berulang kali pemberitaan kasus-kasus korupsi sejak awal terbit dalam mengupas berbagai kasus korupsi yang dimuat di Media Rajawalinews (RN) Group.
Korupsi benar-benar menghambat pelaksanaan pembangunan. Korupsi dilakukan orang-orang kuat dalam perannya sebagai penguasa dan wewenang bocor keliling dalam kekuasaan jabatanya yang menyimpang, hingga dia selalu Korupsi dan tumbuh menjadi semacam lembaga perbuatan kolektif yang selalu mengancam pertumbuhan dalam kemajuan pembangunan di Ketapang Kalbar.
Tim RN lanjut mengkonfirmasi Kepala Bappeda‘’ Harto’’ Selasa (14/06/22) di ruang kerjanya. Dikatakannya,” Perencanaan kita bermulai dari Musrembang yang dalam arti dari masyarakat. Kita bisa bekerja bagus dak bagus itu yang milih yang mana tpi orang yang memberi saran apa salahnya.” celotehnya Kepala Bappeda Harto.
Memang ada rencana dari Pemerintah untuk di ubah menjadi Mall Pelayanan, mungkin bangunan proyek Museum itu di bangun 5 tahun yang lalu sebelum saya di sini.” terangnya lebih lanjut Kepala Bappeda Harto. ‘’Ada keinginan bangunan itu dimanfaatkan sehingga benar-benar dirasakan oleh pihak masyarakat, jangan dibiarkan saja seperti gitu.” ungkapnya Harto.
Pembangunan dalam perencanaan sudah barang tentu masuk dalam agenda Pemerintah beserta Misi dan Visinya, barang gagal dan misi visi yang carut marut dijelaskan Harto dari perencananan awal dari Musrembang. Tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten hanya sebagai simulasi sintesis madu bercampur empedu, manis di luar pahit di dalam yang dirasakan masyarakat dalam pembangunan di Se-Ketapang Kalbar dari tingkat Desa hingga Kabupaten.
Semua proyek gagal mutu dan gagal kualitas tak kunjung jadi dan carut marut. Semoga saja Tim KPK dan Kejagung dalam penindakan Tindak Pidana Korupsi bisa masuk dan periksa sisteam Pembangunan Daerah di Bappeda dan Keuangan Pemeritah Daerah dalam kebijakan pembangunan tak jelas dalam misi dan visi pucuk pimpinan Pemerintah yang masih berwarna samar-samar.*##(Tim Rajawali)


