Kalimantan Barat Ketapang ‘’Rajawalinews.online ‘’
Proyek milik Pemerintah dikelola Dinas Kesehatan (Dinkes) proyek Puskesmas Kedondong di Jl. H.Murni Kec.Delta Pawan Kab.Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang menjadi sorotan polimik pro dan kontra pemilik kepentingan sarat akan penyimpangan.

Bentuk Analisis fakta indikator Proyek Korupsi milik Pemerintah di Daerah Kab.Ketapang. Exsen dan pelaksanaannya terkesan banyak yang gagal, mengingat pelaksanaan serta konsep Dominonya dalam perencanaan maupun pelaksanaannya laksana teh celup serta seperti bubur pedas, mekanisme maupun proses dari sisteam paket tender di Dinkes dikemas dalam satu paket PA (Pengguna Anggaran) dan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) adalah satu orang, dia Kepala Dinkes dan dia juga PPK sungguh luarbiasa.

Indikasi terjadinya paket proyek PL maupun Tender dalam pelaksanaannya di luar jalur akal sehat, banyak proyek milik Pemerintah di DINKES gagal Mutu dan Kualitas seperti Proyek Puskesmas Kedondong dikerjakan pada TA.2019 dan diserah-terimakan TA.2020, di tahun 2021 proyek yang di kelola Dinkes milik Pemerintah sudah hancur Carut Marut terutama atap bangunan sudah bocor di sana-sini dan Pelapon semua pada terkelupas.
Pembangunan Puskesmas Kedondong menunjukan suatu bangunan tak bermutu, siapa yang salah dan siapa yang dirugikan, tak lain tak bukan adalah Pemerintah dan masyarakat, adanya bangunan proyek menggunakan keuangan Negara tanpa ada pengawasan yang betul-betul mumpuni, adapun pengawasan dalam proyek adalah pengawas Jeruk makan Jeruk dia sama dia, yang ada proyek santapan bubur pedas minuman teh celop.
Proyek semata-mata untuk hajat maling dan begal keuangan Negara bersama proyek Pemerintah Daerah milik Dinkes yang ada saat ini, proyek rumah sakit Sandai, Pukesmas Tuan-Tuan, Puskesmas Pemahan dan Puskesmas Kedondong tidak berdasarkan aturan dan Hukum dalam perencanaan maupun pelaksanaannya, terindikasi disinyalir proyek maling dan begal uang Negara modus proyek tempat orang Sakit, sarat akan proyek perencanaan, pelaksanaan maupun pengadaan satuan barang/Jasa proyek Korupsi Berjema’ah.
RN mengkonfirmasi salah satu warga masyarakat Ketapang saat berkunjung di Puskesmas Kedondong yang enggan disebutkan namanya dikatakannya Sabtu (22/01/22),” Proyek Puskesmas Kedondong sangat besar Dana pembangunannya, akan tetapi coba bapak liat kedalam bangunannya, kalau di saat hari hujan sama aja bangunan ini tak beratap, semua bocor dan bangunannya sudah pada miring,” ujarnya.
Siapa pelaksana proyeknya ya kok bangunanya seperti ini, sebenarnya pihak Dinas Kesehatan harus mengawasi proyek dengan benar. Kalau pelaksana proyek tak jelas dalam pekerjaannya dan terlambat serta tak berkualitas, seharusnya di putus kontrak atau sekalian di Blacklist, jangan di pelihara. Kalau proyek dan bangunan seperti ini, siapa yang bertanggungjawab, tak lain adalah Pemerintah. Inilah yang di sebut proyek Gagal,” pungkasnya. *##(Yan)


