Senin, April 27, 2026
spot_img

Front Mahasiswa dan Aktivis Kabupaten Kuningan Soroti Anggaran DAK,diduga Ada Kerlibatan Keluarga Kajati Jatim?

Jakarta – Rajawalinews

Aksi unjuk rasa dengan beragam tuntutan terhadap kinerja Kejaksaan Agung semakin marak. Sebelumnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Benteng Merah Putih dan para aktivis anti korupsi telah menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Agung dan Komisi Kejaksaan pada hari Selasa dan Kamis (07 dan 09 November 2023). Kini, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa dan LSM Kabupaten Kuningan berencana untuk melakukan aksi unjuk rasa kembali dengan beberapa tuntutan.

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Dalam surat pemberitahuan aksi unjuk rasa yang dikirimkan ke Polda Metro Jaya pada tanggal 06 November 2023, disebutkan bahwa aksi akan dilakukan di Bunderan Hotel Indonesia (HI) dan di depan kantor Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (Komjak) pada hari Selasa, 14 November 2023 mendatang. Ridwan, salah satu koordinator aksi menjelaskan bahwa tujuan dari aksi ini adalah untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana yang dijamin dalam Undang-Undang Pasal 13 tentang kebebasan berpendapat di muka umum.

Adapun tuntutan yang diajukan adalah sebagai berikut:

  1. Meminta Kejaksaan Agung Republik Indonesia untuk melakukan pemeriksaan terhadap proyek Dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan terkait Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 40 miliar tahun 2023 yang diduga bermasalah. Dalam hal ini, dugaan ada keterlibatan keluarga dan pengusaha yang menggunakan nama Mia Armiati, saudari ibu dari salah satu pegawai Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
  2. Diduga Ibu Mia Armiati digunakan sebagai tempat berteduh para pengusaha dan koruptor di Kabupaten Kuningan.
  3. Mendesak agar Jaksa Agung segera memanggil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan jika terbukti seperti dalam materi yang diungkapkan oleh Jaksa Agung, segera mencopot jabatan Mia Armiati sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Ridwan menambahkan bahwa aksi unjuk rasa ini akan melibatkan maksimal 200 orang mahasiswa dan perwakilan LSM.

Ridwan juga mengungkapkan dugaan adanya keterlibatan mantan Kadisdik sdr. Uca dan duga sudah sejak lama, sehingga kasus – kasus korupsi besar sulit diungkap ke permukaan terkesan dan diduga ada oknum petinggia asal Kabupaten Kuningan yang menaungi para oknum koruptor yang saat ini menjabat Kejati Jatim, cetus Ridwan.

” ketika kam tanyakan terkait anggaran katanya sudah ada yang di plot oleh keluarga beliau (oknum petinggi- red).

Kami mendesak kepada Jaksa Agung pak Burhanuddin S.T untuk tegas menindak jika ada anggotanya yang terlibat dugaan korupsi, apalagi Jaksa Agung selalu mengatakan akan menindak tegas jika ada keluarga petinggi Kejaksaan bermain proyek, apalagi jika ada penyimpangan, pungkas.Rudwan. (Red(

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!