Kalimantan Barat Ketapang “ Rajawalinews.online “
Ketua BPD Dusun Pauh Desa Kualan Tengah Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar), mengungkapkan pada team awak media Rajawalinews (RN) Group selasa (23/08/22) tentang Dana Desa (DD) dan sakolahan. Dikatakan Ketua BPD Novinus Minin,” Saya banyak mikir jadi lupa kalau sekolah mau di buat di RT. 09 Teluk Sandung, dikatakan Kades dana tak cukup dan warga tak mau bebaskan lahan, manelah warga mau bebaskan lahan kalau Kadesnya tidak mau keluarkan dananya hanya mau minta gratis saja” ujar Ketua BPD. Saya pun bingung konsep untuk pembangunan Desa ini seperti apa jadinya nanti.

Ketua BPD menjelaskan Keuangan Dana Desa (DD) sebesar Rp.1.7 milyar itu tak ada laporan ke BPD, Ketua BPD sering menanyakan laporan apa-apa saja yang ada, proyek dan pembangunan keuangan DD sebesar itu, namun tak ada penjelasan dari penguasa Kepala Desa (Kades) lama sampai Kades baru yang sekarang tidak tau fungsi dan guna aliran keuangan Negara berupa DD-ADD sebesar 1.7 Milyar tidak jelas serta tidak Nampak di pandang Mata,” tandasnya Ketua BPD Novinus Minin di kediamannya kampung Pauh.

Terpisah dikatakan narasumber yang bisa di percaya dan enggan disebutkan namanya di media RN berinisial BR,‘’ bangunan lain yaitu proyek air bersih di bangun pakai dana aspirasi kebijakan dari Pak Polo anggota aktif DPRD Ketapang dari dapil Simpang Hulu, namun proyek Aspirasi Pak Polo tidak selesai sempurna, hasilnya malah udah jebol sebelum sempat dimanfaatkan dan dirasakan masyarakat setempat, proyek hancur berantakan dan Hancai serta Carut Maruut,” gerutunya BR.
Katanya proyek air bersih, mana airnya? tak pernah sampai ke kampung Teluk Sandung serta dinikmati dan dirasakan warga masyarakat setempat. Proyek Pokir (Pokok Pikiran) DPRD Polo hancur di sapu Air, akibat asal kerja dan terkesan anggaran proyek tersebut di sunat dan di makan Kumbang penghisap darah masyarakat.
Masyarakat disana mengandalkan air ujan dan sumur, karena di sungai Kualan sudah tercemar dan terkontraminasi pencemaran dari buah hasil tambang, aliran air limbah pertambangan emas dari Kuala Hulu yang semakin hari semakin parah dampaknya yang dirasakan warga masyarakat di aliran sungai Kuala hulu tersebut.

Yang lebih ironisnya lagi, anak-anak menimba ilmu untuk pergi sekolah ke kampung Loko dari kampung Teluk Sandung berjalan kaki melewati hutan belantara dan semak belukar, berjalan kaki sekitar 3-4 km. Di kampung Teluk Sandung penduduknya hampir 60 KK dalam 1 (satu) RT.09. Harapan kami agar RT ini dimekarkan jadi Dusun, karena kalau tetap RT, ginilah tak ada pembangunan di sini, sangat kasihan Dana Desa milyaran itu dikemanakan oleh Kepala Desa.” pungkasnya BR warga di kampung Teluk Sandung.
Yang lebih celakanya lagi, Kepala Desa (Kades) tidak pernah turun ke Desa Kualan Tengah, sebagian warga masyarakat setempat tidak mengenali wajah dan batang hidung Kades sebut namanya ‘’Lincong”. Seperti apa pemilihan Kades yang katanya tidak di kenal muka dan bentuk wajah Kades tersebut. sungguh luarbiasa Politik untuk kekuasaan, jalan menuju menghantam keuangan Negara untuk kepentingan pembangunan kekuasaan menuju seorang Kades.
Aliran Keuangan ADD-DD sebesar 1,7 Milyar lenyap bak di telan Lintah Darat penghisap darah, dalam keadaan kondisi aman dan makmur. Diindikasikan ada permainan antara oknum keuangan Pemerintah Daerah, PMD dan Inspektorat yang terindikasi disinyalir ikut berperan serta membantu kejahatan dengan kata pembiaran dan seperti apa SPj abal-abal yang di buat Kades Lincong tersebut, sehingga pembangunan Desa tak terjamah aliran keuangan ADD-DD yang disinyalir di rampok Kades bajingan bangsat.*##(Tim Rajawali.002)


