Bogor Rajawali News– Ketua DPRD Kabupaten Bogor kembali menuai sorotan publik setelah dianggap tidak memiliki keberanian dalam menghadapi isu serius dugaan rangkap jabatan yang dilakukan oleh salah satu anggotanya, Junaidi Samsudin.
Alih-alih berdialog dengan masyarakat dan aktivis LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Pusat Perwakilan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor justru menolak permintaan audiensi dengan alasan agenda padat. Sikap ini memantik kritik keras dari berbagai pihak, termasuk dari Ali Sofyan, Pemimpin Redaksi Rajawali News Grup.
Dalam keterangannya, Ali Sofyan menegaskan:
> “Ketua DPRD Kabupaten Bogor saya nilai bermental tempe, pengecut, dan tidak tegas dalam menyikapi persoalan serius dugaan rangkap jabatan yang dilakukan oleh oknum bernama Junaidi Samsudin. Seorang pimpinan dewan seharusnya berdiri paling depan membela kepentingan rakyat, bukan justru menghindar dengan alasan agenda padat. Wakil rakyat dipilih bukan untuk bersembunyi dari kritik, melainkan untuk mendengar dan menampung keluhan masyarakat. Kalau Ketua DPRD saja takut berdialog, bagaimana mungkin DPRD bisa dipercaya menjaga amanah rakyat?”
Rajawali News Grup menilai, rangkap jabatan merupakan persoalan serius yang berpotensi menabrak aturan perundang-undangan serta merusak integritas lembaga legislatif. Ketua DPRD semestinya mengambil langkah tegas, bukan justru membiarkan isu ini berlarut tanpa kejelasan.
Publik berhak mendapatkan jawaban yang jernih terkait status Junaidi Samsudin. Keterbukaan dan keberanian menghadapi kritik adalah kunci agar DPRD tidak kehilangan legitimasi di mata masyarakat.
Rajawali News Grup akan terus mengawal kasus ini dan menyerukan agar DPRD Kabupaten Bogor bersikap transparan, adil, dan berani menegakkan aturan tanpa pandang bulu.
(Hesty)
Ali Sopyan pimpinan Media Rajawali news Grup. hubungi fia. Ponsel nya.0877.7867.6490


