Palembang RajawaliNews.online
– Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober menjadi momentum untuk mempertegas hubungan harmonis antara nilai-nilai agama dan ideologi bangsa. Hal itu disampaikan Ketua Umum Yayasan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah, KH. M. Syarif Chumas As-Syawaly, S.Th.I. atau yang akrab disapa Gus Syarif.
Menurut Gus Syarif, Pancasila dan Islam bukanlah dua hal yang berseberangan, melainkan saling menguatkan. Pancasila adalah manifestasi dari nilai-nilai luhur agama yang menjaga persatuan umat dan bangsa.
“Hari Kesaktian Pancasila mengajarkan kita bahwa bangsa ini pernah diguncang oleh upaya untuk mengganti ideologi pemersatu. Namun Allah SWT selamatkan bangsa ini. Bagi kami di pesantren, kesaktian Pancasila adalah bukti bahwa nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah dan keadilan itu sejalan dengan ajaran Islam rahmatan lil alamin,” ujar Gus Syarif.
Pimpinan muda yang dikenal humanis dan dekat dengan santri tersebut menambahkan, pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi benteng pertahanan ideologi negara dari paham-paham yang menyimpang.
“Kami di Pondok Pesantren Sabilul Hasanah mendidik santri tidak hanya untuk pandai mengaji, tetapi juga untuk mencintai tanah air. Hubbul Wathan Minal Iman, cinta tanah air adalah sebagian dari iman. Mengamalkan Pancasila adalah bagian dari ibadah untuk menjaga keutuhan NKRI,” tegasnya.
Gus Syarif juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga besar pesantren, untuk menjadikan Pancasila sebagai laku hidup, bukan sekadar hafalan.
“Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi teks di dinding kelas. Mari kita hidupkan dalam sikap toleransi, gotong royong, dan saling menghormati. Inilah cara kita mensyukuri kesaktian Pancasila,” katanya.
Mengakhiri pernyataannya, Gus Syarif mengucapkan selamat memperingati Hari Kesaktian Pancasila.
“Selamat Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2025. Mari kita jaga NKRI dengan iman, kita rawat Pancasila dengan amal, dan kita bangun Indonesia dengan persatuan. Dari pesantren untuk Indonesia kuat,” pungkas Gus Syarif. (Harto)


