Senin, Juni 8, 2026
spot_img

KABAG HUKUM PRABUMULIH: “PERWALI TPP TIDAK WAJIB PERSETUJUAN MENDAGRI” – WRC: TABRAK 3 ATURAN + LHP BPK

KABAG HUKUM PRABUMULIH: “PERWALI TPP TIDAK WAJIB PERSETUJUAN MENDAGRI” – WRC: TABRAK 3 ATURAN + LHP BPK

*Prabumulih* -rajawalinews.online

Bagian Hukum Setda Kota Prabumulih akhirnya menjawab konfirmasi WRC terkait legalitas Perwali TPP Rp128 M. Melalui pesan WhatsApp 4 Juni 2026 pukul 14.20 WIB, Bagian Hukum menyatakan: _”Perwali tidak wajib di sahkan oleh Menteri Dalam negri”_.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Kabag Hukum mengaktifkan timer pesan 24 jam saat pertama dikonfirmasi WRC pukul 12.53 WIB.

Salah satu pejabat BPKAD menjawab _”Iyo ndo”_ saat ditanya pencairan TPP 2024 Rp128 M. Pejabat tersebut menunjuk _”Kuasa BUD ado di Kabid Pengelolaan Keuangan Daerah”_ sebagai penandatangan SP2D.

Dan juga. Pengakuan Staf Wali Kota: “Mungkin Lg Proses” 12.10 WIB
Salah satu Asisten Setda mengakui _”mungkin lg proses utk TL”_ saat ditanya tindak lanjut LHP BPK No.11/LHP/XVIII.PLG/01/2025 yang mewajibkan revisi Perwali TPP & persetujuan Mendagri. Asisten juga membenarkan _”oh yo”_ bahwa Kuasa BUD wajib verifikasi Perwali sebelum terbitkan SP2D.

ketika di “Konfirmasi Bagian Hukum” | 12.50 WIB
Kabag Organisasi Setda tidak menjawab status revisi Perwali dan mengarahkan WRC: _”Sy konfirmasi dahulu dng bagian hukum 🙏”_.

Saat pertama dihubungi, muncul notifikasi: _”Bagian Hukum menggunakan timer default untuk pesan sementara. Pesan baru akan hilang dari obrolan ini 24 jam”_. Setelah 1,5 jam, Kabag Hukum menjawab: _”Perwali tidak wajib di sahkan oleh Menteri Dalam negri”_.

Dengan pernyataan itu Suandi, Divisi Pengawasan & Penindakan WRC Prabumulih menegaskan:*
_”Pernyataan Kabag Hukum keliru fatal & menyesatkan publik. Ada 3 dasar hukum yang mewajibkan persetujuan Mendagri:_
*Kepmendagri 900-4700/2020 Diktum KEEMPAT*: ‘Perkada tentang TPP ditetapkan… setelah mendapat persetujuan Menteri’._
2. *PP 12/2019 Pasal 58 ayat (2)*: ‘Perkada mengenai tambahan penghasilan… ditetapkan dengan persetujuan Menteri’._
3. *LHP BPK No.11/LHP/XVIII.PLG/01/2025 hal 33*: ‘ajukan kepada Mendagri untuk memperoleh persetujuan.

Jika Kabag Hukum bilang tidak wajib, beliau melawan Mendagri, Peraturan Pemerintah, & BPK sekaligus. Ini blunder hukum. Atau jangan-jangan sengaja untuk tutupi fakta bahwa Perwali revisi + Surat Mendagri memang tidak ada sama sekali?tegas Suandi

 

Red.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan Bawah
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
error: Content is protected !!