Pagara Alam,- Rajawalinews,- Tanah longsor di kawasan Desa Planting, Gunung Dempo, Kota Pagar Alam membuat akses jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Polisi, BPBD, dan warga turun langsung membuka jalur darurat sambil menunggu alat berat tiba.
Hujan lebat dan kondisi tanah yang labil kembali memicu bencana longsor di kawasan lereng Gunung Dempo, Kota Pagar Alam. Material longsoran yang menutup badan jalan di Desa Planting RT 06 RW 03, Kelurahan Gunung Dempo Kota Pagar Alam, membuat akses kendaraan lumpuh total dan untuk sementara hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Di tengah situasi tersebut, aparat kepolisian bersama BPBD dan masyarakat turun langsung ke lokasi untuk membuka jalur darurat sambil menunggu alat berat diterjunkan.
Kapolsek Pagar Alam Selatan Ipda Andi Wijaya,SE langsung meminpin bersama personel ,BPPD dan warga berjibaku membersihkan jalur secara manual agar akses masyarakat tidak sepenuhnya terputus.
Kondisi jalan yang berada di kawasan perbukitan membuat proses penanganan harus dilakukan secara hati-hati demi menghindari longsor susulan.
Kapolres Pagar Alam AKBP Januar Kencana Setia Persada S.Ik melalui Kasi Humas Iptu Mansyur,Amd.Kep, SH mengatakan personel kepolisian langsung bergerak begitu menerima laporan dari Masyarakat terkait longsor yang menutup akses jalan di kawasan Gunung Dempo.
“Anggota bersama BPBD dan masyarakat langsung mendatangi lokasi tanah longsor untuk melakukan penanganan awal. Saat ini akses baru bisa dilalui kendaraan roda dua sambil menunggu alat berat tiba di lokasi,” ujar Iptu Mansyur.
Menurutnya, kehadiran aparat di lokasi bukan hanya untuk membantu proses evakuasi material longsor, tetapi juga memastikan keamanan warga yang melintas di sekitar titik bencana.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat kondisi cuaca di wilayah pegunungan masih berpotensi memicu longsor susulan.
Di tengah keterbatasan alat, solidaritas warga terlihat begitu kuat. Sejumlah Masyarakat sekitar ikut membantu membersihkan material menggunakan peralatan seadanya. Beberapa pengendara bahkan harus turun dari kendaraan dan melintas perlahan di sisi jalan yang masih tersisa.
Kondisi ini kembali menjadi pengingat bahwa kawasan lereng Gunung Dempo memiliki tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi, terutama saat intensitas hujan meningkat. Warga berharap alat berat segera tiba agar akses jalan dapat kembali normal dan aktivitas Masyarakat tidak terganggu lebih lama.
“Personel masih bersiaga di lokasi untuk membantu pengaturan lalu lintas dan memastikan situasi tetap aman. Kami juga mengimbau Masyarakat agar berhati-hati saat melintas,” tutup Iptu Mansyur.**Iriel Oyenk.


