Bogor Rajawali News– Isu dugaan praktik prostitusi yang sempat menyeret nama salah satu apartemen di kawasan Sangereng akhirnya diklarifikasi secara resmi. Setelah dilaksanakan pertemuan klarifikasi bersama jajaran manajemen apartemen, pihak pengelola dengan tegas membantah seluruh tudingan tersebut.
Pertemuan yang berlangsung secara terbuka itu menghadirkan unsur manajemen, pengurus apartemen, serta pihak-pihak yang sebelumnya mempertanyakan isu yang beredar di masyarakat. Dalam forum tersebut, manajemen menyampaikan bahwa informasi yang menyebut apartemen dijadikan tempat praktik prostitusi adalah tidak benar dan tidak berdasar.
“Kami membantah keras tudingan tersebut. Tidak benar bahwa apartemen ini dijadikan tempat prostitusi. Kami memiliki aturan dan pengawasan yang jelas terhadap seluruh penghuni maupun penyewa unit,” ujar salah seorang pengurus apartemen saat memberikan keterangan resmi.
Pihak manajemen juga menegaskan bahwa selama ini operasional apartemen berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Sistem keamanan diberlakukan selama 24 jam, termasuk pengawasan akses keluar-masuk tamu dan penghuni.
Menurut pengurus, apabila terdapat dugaan pelanggaran oleh oknum tertentu, hal itu merupakan tanggung jawab pribadi dan bukan kebijakan atau pembiaran dari pihak pengelola. Manajemen pun membuka ruang koordinasi dengan aparat maupun pihak berwenang jika diperlukan, guna memastikan lingkungan apartemen tetap kondusif dan tertib.
Dengan adanya klarifikasi resmi ini, manajemen berharap masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Mereka juga mengimbau agar setiap informasi yang beredar dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak terkait demi menjaga nama baik dan ketertiban bersama.
(AM)


