Jumat, April 24, 2026
spot_img

ANJING TERINVEKSI RABIES DI DENPASAR TERDATA  13 EKOR

Denpasar- Bali, Rajawali News Online

Kasus anjing yang terkonfirmasi positif rabies di Kota Denpasar terus bertambah. Hingga, Agustus 2023, penambahan kasus rabies pada anjing mencapai 13 ekor. Terakhir 2 kasus anjing rabies ditemukan di wilayah Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat pada 23 Agustus 2023 lalu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala UPTD Puskeswan Dinas Pertanian Kota Denpasar drh Ketut Ayu Meidiyanthi saat dihubungi Awak Media , Selasa (29/8). Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Denpasar, rincian kasus anjing positif rabies yakni di Padangsambian Kelod ditemukan 3 kasus, Kelurahan Kesiman 1 kasus.

Kemudian Kelurahan Penatih 1 kasus, Kesiman Kertalangu 1 kasus, Sumerta Kaja 1 kasus, Pemecutan Kaja 1 kasus, Padangsambian Kaja 1 kasus, dan Pemecutan Kelod 2 kasus. Ditambah temuan 2 kasus di Kelurahan Pemecutan tersebut, sehingga totalnya sebanyak 13 ekor.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Terkait penemuan kasus tersebut, pihaknya menggencarkan pelaksanaan vaksinasi rabies pada hewan penular rabies atau HPR. Sasaran pun difokuskan pada wilayah yang ditemukan adanya kasus anjing rabies termasuk di daerah perbatasan.

“Hingga saat ini, kasus anjing positif rabies di Denpasar sebanyak 13 kasus. Anjing yang telah tervaksinasi sampai 25 Agustus sebanyak 54.451 ekor dari estimasi populasi 82.195 ekor,” kata Meidiyanthi.

Sementara itu, Kadis Pertanian Kota Denpasar Anak Agung Gede Bayu Bramasta mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan jumlah vaksinasi untuk mencegah meluasnya kasus rabies. “Door to door masih tetap kami gencarkan. Kalau ada masyarakat yang memiliki anjing belum divaksinasi, bisa menghubungi kami,” ujarnya.

Menurutnya, anjing positif rabies langsung dilakukan eliminasi agar tidak membahayakan masyarakat dan menyebarkan virus ke anjing lainnya. Dia mengatakan, pertama kali kasus rabies pada anjing ini ditemukan awal 2023 di Denpasar Barat yakni di Padangsambian Kelod.

Di mana anjing dengan tingkah yang mengarah ke rabies itu dilaporkan warga karena takut masyarakat setempat akan digigit. Dengan laporan tersebut, pihak Distan langsung melakukan kroscek ke lapangan dan melakukan uji lab pada otak anjing tersebut. Hasilnya positif rabies. Setelah itu kasus rabies muncul di Denpasar Timur.

***Tim Rajawali 

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!