Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’
Kontraktor Nakal yang terkesan lalai untuk memasang papan informasi proyek, padahal dalam Rencana Anggaran Belanja (RAB) tercantum untuk anggaran pembuatan plang info proyek. Namun di lapangan proyek sebangsa milik Siluman tidak memasang papan informasi Proyek.

Masyarakat umumnya mengasumsi spekulan makna sebuah proyek yang di bangun oleh Pemerintah Daerah. Gambaran bukti saat tim investigasi Media Rajawalinews (RN) Group turun kelapangan, di Jalan Agus Salim persis depan Pendopo Bupati Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar). Proyek bersifat milik jelu Siluman bentuk proyek abal-abal.
Proyek tanpa papan nama sering disebut dengan istilah proyek sebangsa Dedemit sejenis wujud Siluman. Sang pembegal keuangan Negara ala preman kucing garong bentuk arahan proyek abal-abal dan penjalim kebijakan proyek modul maling uang Negara.
Bukan lagi suatu pemandangan baru, bahkan sudah kerap mewarnai pelaksanaan proyek yang ada di Ketapang Kalbar, sangat terkesan alergi untuk memasang papan informasi proyek. Ikwal ketransparanan sumber Proyek dana darimana, apakah aliran Dana dari sebangsa dunia Siluman atau sebangsa dunia tikus-tikus berkepala hitam berdasi dan bertaring panjang yang Korupsi kebijakan proyek Taman pendopo Bupati aliran keuangan para kolega siluman, yang diduga kuat adanya permainan Kartel di dalamnya.
Menginggat dan menimbang sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai Negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Pemasangan papan proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan. Warga yang mengetahui betul proyek tersebut milik Malaikat jin Ifrit. Proyek taman halaman pendopo Bupati Ketapang Kalbar mendapat sorotan yang serius dari pegiat anti korupsi serta masyarakat yang perduli bersama keuangan Negara.
Kegiatan pembangunan proyek Taman Pendopo Bupati terindikasi disinyalir kuat berpotensi pada perbuatan melawan hukum, bentuk proyek Mark-up dan adanya potensi berbau busuk Korupsi secara simulasi pengadaan satuan barang/jasa secara administrative dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek tersebut.
Diungkapkan Jumadi tim investigasi LAKI Kabupaten Ketapang pada Rajawalinews (RN) Group, Selasa (09/08/22),” Saya telah menemukan proyek pengecoran taman halaman pendopo Bupati tidak terpasang papan proyek. Saya sebagai Kordinator Investigasi LAKI Jumadi mengindikasikan, inilah banyak orang mengatakan proyek jaringan terselubung Dedemit siluman makhluk Sakral bergentayangan maling uang Negara bentuk proyek taman pendopo Bupati tertutup informasi.” terangnya LAKI.
Proyek hasil perencanaan samar-samar dan pelaksanaannyapun samar-samar, proyek maling uang Negara dari oknum penguasa bersama kebijakan maling bentuk proyek, kita tidak tau sumber dana dari mana, Dinas mana dan pagu dananya berapa? Maka dari itu SKPD terkait manapun yang mempunyai kegiatan tersebut tolong-tolong segera memasang papan proyek tersebut,” paparnya lebih lanjut pada RN.
Kalau memang menggunakan dana APBD.TA.2022 proyek milik Pemerintah Daerah Ketapang. Kalaupun dana pribadi (mun) tidak usah di pasang plang info proyeknya, tetapi apabila menggunakan keuangan Negara sebesar apapun harus jelas pekerjaan tersebut. Kita berharap kepada oknum pengawas Dinas terkait agar bisa kerja profesional, jangan ada hembusan Treck record proyek kebijakan maling atau perampok uang Negara modus proyek Sebangsa Siluman,” pungkasnya LAKI Jumadi.
Sangat kita sayangkan, penguasa dan kuasa dalam elemen penataan keuangan Negara di dalam Pemerintahan di babat secara sopan dan santun bentuk proyek abal-abal. Yang kaya bertambah kaya, masyarakat bertambah miskin permanen efek proyek dan keuangan Negara di makan para penguasa bersama kebijakan Korupsi.
Dimana tim TP3D (Tim Pertimbangan dan Percepatan Pembangunan Daerah) Kab. Ketapang Kalbar yang dibentuk Bupati, tertuang dalam Perbup 2021 secara independen tugas dan tanggungjawab mendukung program pembangunan Daerah yang di gaji dengan keuangan APBD Kab. Ketapang Kalbar.
Diduga hanya makan gaji buta dan tidak ada fungsi dan manfaatnya, terindikasi disinyalir TP3D yang dibentuk Bupati berkolaborasi bekerjasama dalam bentuk proyek abal-abal dan tidak menutup kemungkinan Korupsi dalam suatu kebijakan di sektor pembangunan dan lain-lain dengan cara simulasi spekulan jurang nista bersama pembiaran TP3D. Proyek Taman Pendopo Bupati milik bangsa Siluman tidak pasang Info Proyek maling uang rakyat, dimana TP3D ? *##(Tim Rajawali.002)


