Minggu, Mei 10, 2026
spot_img

Kades Tolak Hj. Nurhasimah Indikator Korupsi Wewenang Menyimpang Beli Tong Air ‘’ Gunakan DD Penuhi Janji Politik Kotor

Kalimantan Barat Ketapang ‘’ Rajawalinews.online ‘’

Kesekian kalinya terbit pemberitaan Kades Kuala Tolak terindikasi kuat adanya potensi Korupsi Kebijakan dalam wewenang menyimpang “Janji Politik bersama Tong Pinguin” jenis kebijakan menggunakan Dana Desa aliran keuangan Negara yang disinyalir dimanfaatkan untuk memenuhi hasrat janji politik klise laksana Teh Celup untuk kepentingan janji politik bila duduk menjabat sebagai Kades Kuala Tolak Kecamatan Matan Hilir Utara (MHU) Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar). Pengelolaan keuangan Desa tidak sesuai dengan aturan dan ditemukan adanya penyalahgunaan anggaran untuk manuver janji politik menyimpang mengunakan kekuasaan Kades dengan pengadaan mengatasnamakan kepentingan masyarakat Desa dengan membelikan Tong pinguin menggunakan keuangan Negara aliran Uang Desa.

Dok: Warga Desa meradang janji saat calon Ibu Kades belikan Tong Pinguin dengan Duit pribadi dan tak taunya menggunakan keuangan DD dan pembagian Tong Air Tak Jelas.

Ibu Kades Kuala Tolak janji membagikan Tong Pinguin kepada masyarakat Desa Dusun 2 Lestari, namun pembagian pilih kasih dan tidak merata, sehingga penyelewengan anggaran Desa tercium aroma bau busuk adanya indikator potensi Korupsi sisteamatis berjema’ah oleh masyarakat Desa Kuala Tolak Kecamatan MHU. Ibu Kades Hj.Nurhasimah membeli Tong Pinguin menggunakan Dana Desa tanpa ada rapat dan sosialisasi kepada tokoh dan pemuda masyarakat setempat, adapun rapat ibu Kades bersama BPD dan stap Desa saja dalam kekuasaan insternal sepihak bersama kuasa serta wewenang sarat akan penyimpangan kepentingan politik dan adanya potensi kebijakan Korupsi pengadaan barang/Jasa mengatasnamakan masyarakat. Pembelian Tong Air Pinguin menggunakan Dana Desa untuk penuhi janji hasrat politik di saat kampaye, bukan menggunakan uang pribadi ibu Kades melainkan uang Negara dari pajak masyarakat.

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
Dok: Pengadaan janji Politik saat calon Kades, membelikan Tong Pinguin bila pilih dan dukung dirinya. Mengunakan DD keuangan Negara untuk kepentingan Politik pribadi dan kelompok. Warga masyarakat meradang, Dana Desa bukan untuk kepentingan pribadi akan tetapi untuk kepentingan semua masyarakat Desa.

Indikasi disinyalir kuat adanya tindak pidana korupsi pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2022. Dana Desa seharusnya untuk kegiatan pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat, justru terindikasi dikorupsi bersama kebijakan Kades yang menyimpang dalam kejahatan, tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan Desa adalah kejahatan luarbiasa yang menghancurkan sistem Pemerintahan dan tatanan sosial kemasyarakatan setempat. Uang Desa sangat menggiurkan orang untuk melakukan korupsi, apalagi ranahnya mengunakan wewenang dalam kekuasaan.

Dimana dikatakan Kades Kuala Tolak Hj. Nurhasimah yang menyangah di salah satu Media atas tudingan korupsi terhadap dirinya adalah tidak benar dan wartawan yang membuat berita tersebut tidak profesionalitas.‘’ Di sini kita pertanyakan kepada Kades Tolak dan rekan wartawannya yang mengatakan wartawan tidak profesionalitas, sangatlah lucu dan disinyalir wartawan konco Ibu Kades bocor keliling, kenapa dikatakan begitu? karena wartawan binaan Kades menyervis ibu Kades dan memuat sangahan ibu Kades Tolak secara sepihak tanpa mencari kebenaran dan melakukan konfirmasi kepada masyarakat atau narasumber awal dalam pemberitaan ibu Kades Korupsi Kebijakan. Ya apapun bentuk sangahannya Ibu Kades untuk membela dirinya itu sah saja, tapi apakah yang dilakukannya sudah tepat? Tim RN menilai wartawan konco Ibu Kades 11 – 12 bocor masuk angin kecil.

Sebuah bentuk Profesionalitaskah ibu Kades melakukan Hak sangah/klarifikasi/jawab kepada media lain? Seharusnya Kades lakukan langsung kepada media yang bersangkutan yang telah mengungkap Korupsi pembelian Tong Pinguin? Kilas balik, Ibu Kades Hj. Nurhasimah telah melakukan kordinasi kepada Tim RN untuk menyangah pemberitaan awal yang telah mencuat, itu semua cerita semilir angin sontoloyo, tidak ada secara lisan maupun tertulis kepada Media Rajawalinews (RN).

Berdasarkan ungkapan dari narasumber RN seorang tokoh masyarakat Desa Kuala Tolak, Selasa (28/06/22) pada RN.”Itu adalah janji-janji ibu Kades Hj. Nurhasimah pada masyarakat disaat mencalon jadi Kades. Dia berjanji bila duduk sebagai Kades, akan membelikan dan membagikan Tong Pinguin. Sangat disayangkan janji tersebut memang dipenuhi ibu Kades dengan menggunakan Dana Desa untuk membelikan Tong pinguin dan membagikannya pada masyarakat namun tidak merata sehingga Dusun 2 komplain sebanyak 265 KK (Kepala Keluarga).”katanya sumber RN. Masyarakat kecewa, janji di saat calon Kades tidak sesuai dengan kenyataan dan yang dibelikan ke Tong Pinguin bukan uang pribadi ibu Kades sesuai janji akan tetapi menggunakan Dana Desa tanpa adanya rapat serta Musdus maupun Musdes. Semua dimobilisasikan dengan keputusan sepihak bersama kelompok Cs’nya ibu Kades.

Dipaparkan lebih lanjut,” Kadus kena SP oleh Ibu Kades, dikarenakan tidak mendukung dalam merealisasikan pembelian tong Air itu, yang di kasih cuma 25 orang saja di Dusun 2 nanti dikejarkan orang yang lain yang tidak dapat. Dari awal pengadaan Tong air Pinguin sudah bertolak belakang, Kepala Dusun tidak sejalan dengan Ibu Kades, dalam 1 Dusun dapat jatah Tong Pinguin 25 Unit, jumlahkan saja.’’ tandasnya narasumber RN.

Terpisah dikatakan narasumber berinisial ‘Y’ yang merupakan masyarakat setempat kepada RN pada hari Rabu (06/07/22),”Ibu Kades memaksakan Program dia harus masuk, dikarenakan dia sudah berjanji pada masyarakat saat pencalonan dulu, bila warga memilih dia maka akan dapat Tong Pinguin/Tandon air itu, sehingga warga bersemangat memilih dia dengan janji-janjinya agar memilih dia dalam pemilihan Kades Tolak, namun sebaliknya ibu Kades membeli Tong Air dengan aliran keuangan DD bukan Duit pribadinya, kalau menggunakan uang DD berarti untuk kepentingan semua masyarakat Desa setempat, bukan hanya sekelompok orang, dengan merujuk SK yang membagikannya dan harus merata, sedangkan yang dapat Tong Pinguin tersebut kebanyakan orang kaya dan orang yang memilih dia saat calon dulu. Dan di Dusun 2 orang-orang miskin tidak dapat tong Air itu.’’ Celetusnya Y.

Jolpi Kaur Desa menjelaskan kepada RN pada Rabu (06/07/22),” Pengadaan Tong Pinguin bersumber dari DD yang merupakan duit Pemerintah, semua ini program ibu Kades sendiri, dia sendiri juga yang menentukannya, hingga sampai saat ini di Dusun 2 menjadi polimik.” pungkasnya Jolpi Kaur Desa Tolak. Lebih lanjut RN mengkonfirmasi perihal pengadaan Tong Air Pinguin kepada Pak Camat Matan Hilir Utara (MHU) dan dikatakannya,” maaf saat ini saya lagi Rapat, nanti setelah rapat saya hubungi kembali.” ucapnya Pak Camat MHU.

Adapun kesimpulan dalam temuan RN yang melansir dan mengutip di media online konconya, Ibu Kades menerbitkan Surat untuk Dusun 2 Desa Kuala Tolak dan mengundang resmi melalui surat sebanyak 25 orang warga masyarakat setempat dalam menganggarkan tandon air setiap tahunnya untuk kebutuhan masyarakat. Tidak semua dianggarkan dalam satu tahun untuk penggunaan tandon air. Anggaran juga akan dianggarkan untuk pembangunan yang lain, urai Hj. Nurhasimah di media konconya adalah bentuk keterangan sesat dan menyesatkan dan Klarifikasi keterangan sepihak bingung dan membingungkan semata bukti pengutipan kata pembelaan diri sepihak ya sah-sah saja sebagai curhatnya ibu Kades pada media konconya.

Dan diindikasikan bentuk Justifikasi Insting Primitif berorientasi Imajinasi Elinasi Klasik Jurang Nista Terorganisasi Dramatis Praktek menyimpang dalam wewenang jabatan Korupsi politik manfaatkan uang Negara untuk kepentingan Pribadi bersama kuasa Tikus bertaring tajam menghantam linggi keuangan Negara untuk kemakmuran masyarakat miskin dan kecil, yang di makan tikus berdasi dan berkepala Hitam bentuk manusia bersipat sopan dan santuy dalam kuasanya yang pincang bencot menyimpang dalam wewenang kuasa jabatannya Kades Kuala Tolak Hj. Nurhasimah indikator Korupsi wewenang menyimpang beli Tong Air gunakan DD untuk penuhi janji Politik kotor seorang Calon Kades.*##(Tim Rajawali.002)

⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
⚡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!