Kamis, April 30, 2026
spot_img

Setahun Menjabat, Bupati Aceh Singkil Panen Rapor Merah: Transparansi Anggaran dan Sikap Arogan Jadi Sorotan

Setahun Menjabat, Bupati Aceh Singkil Panen Rapor Merah: Transparansi Anggaran dan Sikap Arogan Jadi Sorotan

 

ACEH SINGKIL – rajawalinews.online

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Dalam Artikel
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Baru genap satu tahun 22 hari menduduki kursi kepemimpinan, Penjabat Bupati Aceh Singkil, Safriadi (Oyon), langsung dihantam “Rapor Merah” oleh Forum Masyarakat Menggugat (FORMAT). Aksi unjuk rasa yang digelar di halaman Kantor Bupati pada Selasa (10/03/2026) tersebut mengungkap sederet kegagalan administratif hingga dugaan tindakan represif verbal terhadap mahasiswa.

Dalam orasinya, FORMAT menyoroti tajam ketimpangan data korban banjir. Mereka mempertanyakan hilangnya sejumlah nama warga terdampak di beberapa desa dari daftar penerima bantuan perbaikan rumah (Rusak Ringan, Sedang, hingga Berat).

Proses verifikasi ulang yang dilakukan pemerintah daerah dinilai tidak transparan dan justru merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Data awal ada, tapi setelah verifikasi, nama-nama warga yang rumahnya nyata-nyata rusak justru lenyap. Ini preseden buruk bagi kemanusiaan,” ujar perwakilan massa.

Kritik paling pedas diarahkan pada kebijakan pengadaan mobil dinas Bupati senilai Rp2,3 Miliar. Kebijakan ini dinilai mencederai rasa keadilan publik mengingat Aceh Singkil sedang berada dalam fase efisiensi anggaran dan baru saja dihantam bencana banjir.

FORMAT menilai pengadaan kendaraan mewah di tengah kesulitan ekonomi rakyat adalah kebijakan yang tuna-empati dan tidak logis. Tak hanya itu, massa juga mempertanyakan keberadaan aset negara berupa mobil dinas bupati dan wakil bupati era kepemimpinan sebelumnya. Jawaban Bupati yang menyebut aset tersebut “ada di gudang” dinilai tidak memadai dan tidak menunjukkan pertanggungjawaban aset yang jelas. Atas dasar inilah, FORMAT mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan melakukan audit investigatif secara terbuka.

Sisi gelap kepemimpinan Safriadi kian mencuat saat beredar rekaman video yang memperlihatkan sang Bupati terkesan melontarkan ancaman kepada seorang mahasiswa bernama Yunus. Dalam rekaman tersebut, Bupati diduga mengancam akan memenjarakan Yunus saat yang bersangkutan menyampaikan aspirasi.

“Sangat disayangkan, seorang pemimpin daerah menunjukkan sikap arogan dan antikritik dengan mengancam akan memenjarakan rakyatnya sendiri,” ungkap Yunus kepada awak media.

Sikap ini dianggap bertentangan dengan prinsip demokrasi dan etika pejabat publik yang seharusnya mengayomi, bukan justru mengintimidasi warga yang menyuarakan kebenaran.

Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut kepada pihak Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Singkil terkait tuntutan dan tudingan yang dialamatkan kepada Bupati Safriadi.

 

Publisher -Red

âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Iklan Setelah Konten
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
RELATED ARTICLES
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan 1
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang
- Advertisment -
âš¡ Ruang Iklan TersediaPosisi: Sidebar Kanan
Klik untuk pasang iklan.
Pasang Sekarang

Most Popular

Iklan Sponsor
error: Content is protected !!