Kalimantan Barat Ketapang, Rajawalinews – Didominasi Alamak’ Permainan Kongkalikong Korupsi antara sesama kebijakan dalam menumpuk harta kekayaan dengan jalan sesat sarat akan peyimpangan, bentuk aliran keuangan Negara Hak untuk pembangunan khalayak ramai insan duafa di rampok para kelompok gerombolan oknum bajingan pecundang, yang berkuasa menggunakan kekuasaan dalam jabatan dengan bermacam cara dan dalih bergaya sopan dan santun dengan berjubal dan berjuta alasan inilah-itulah dan lain-lain trick serta cara diciptakan untuk garong dan maling uang Negara bentuk model proyek pintu klip di Desa Sungai Kanal Pelang Kec.Matan Hilir Selatan (MHS) Kab.Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Keuangan Negara hak kaum duafa di rampok oknum penguasa di Dinas PU modus proyek pintu klip untuk pengairan pertanian yang di kelola dan milik DPUTR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kab.Ketapang Kalbar bentuk sebuah Pembangunan pengairan agar petani hidup makmur, semua itu hanya isapan jempol belaka, masyarakat kecil dan miskin dijadikan alat dan diatasnamakan belaka, faktanya proyek pembangunan pintu klip di sekian titik tidak memiliki papan pengumuman informasi proyek. Ironisnya kaum duafa golongan hidup dalam ketidak berdayaan baik secara Sosial kondisi dalam keadaan kemiskinan, kesengsaraan, lemah tak berdaya, tertindas serta penderitaan yang berkepanjangan akibat ulah oknum bajingan dengan kekuasaan dalam jabatannya, dia merampok hak-hak masyarakat miskin dan kecil diatasnamakan untuk kepentingan kelompok dan jaringan sistem korupsi berjema’ah dengan bentuk proyek pintu klip milyaran rupiah, uang Negara di garong modus proyek abal-abal.

Tim Rajawalinews (RN) mengkonfirmasi Kabid Bidang SDA ( Sumber Daya Air) sebut namanya Ibu Hendrika di ruang Kabid SDA Kamis (25/11/21) dikatakan Hendrika,” Saya mau ketemu bersama Ketua aktivisnya. Saya mau cek kegiatan proyek itu, sedangkan perencanaannya Nazarudin tidak berada di tempat, menghindar terus tak mau ketemu bersama Tim RN. Diungkapkannya lagi,” Nanti saya cek, apakah milik DPUTR Kabupaten atau Provinsi,” pungkasnya Hendrika kepada Tim RN.

Terpisah tim RN konfirmasi kepada pekerja dan pelaksana proyek maling uang Negara berkedok proyek pintu klip diungkapkannya,” Ini apa nama proyek ini, apakah rehab pengairan pintu klip atau apa.”kata pekerja di lapangan. Lanjut dikatakan pelaksananya,”Saya tidak tau ga’am apa nama proyek ini,”ujarnya pelaksana proyek pintu klip siluman serta proyek abal-abal. Lanjut dikatakan Pak Mul,” Ini proyek ganti kayu dan seng, yang masih bagus dak di ganti dan di cet, kalau yang ini proyek MUL di pertanian, namanya pemborong sama anak buah manalah mau di beri tau. Inipun dak tau ak berapa dananya. Karena dikasih upah segini, kami kerjakan satu paket proyek pintu klip dan pembarauan,” kata tukang servis pintu klip pak Mul. Saat RN konfirmasi ke pihak Dinas Pertanian bersama Kasi PSP Arvan dikatakannya,” Itu bukan kegiatan paket proyek kami.

Proyek aliran keuangan Negara untuk percepatan pembangunan Daerah disinyalir terkesan menjadi bancakan para penguasa dalam jabatan dengan pola berkedok berkolaborasi mengatasnamakan kepentingan masyarakat dan visi membangun Daerah, faktanya proyek tender maupun proyek paket PL terkesan dalam pelaksanaannya asal-asalan dan tidak ada pengawasan dalam pelaksanaannya, sehingga asal kerja maupun proyek ajang maling uang Negara. Faktanya Proyek pintu klip di kanalisasi Desa Pelang proyek maling uang Negara aman dan makmur, tak ada yang mengatakan itu proyek maling uang Negara, semua itu proyek milik oknum Pemerintah di balik kekuasaan. Bisa cair 100% biarpun proyek bentuknya Sengkarut maruut tetap aman dan cair full 100%. Oknum hukum diam dan bungkam laksana macan ompong, alamak proyek pintu klip bajingan maling uang Negara milik DPUTR tak terjamah hukum.*##(Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here