Kalimantan Barat Ketapang, Rajawalinews – Proses Proyek Kementerian Agama di Kab.Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) selayaknya dan sepatutnya memberikan cerminan terbaik. Ikwalnya, Proyek Jalur Kementerian Agama Berbau Aroma Korupsi terindikasi kuat adanya fakta bangunan proyek tersebut tidak memiliki IMB. Legalitas sebuah bangunan adalah Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Proyek Pembangunan Milik Kementerian Agama wujud bentuk Proyek Pembangunan Gedung Asrama Siswa dan Siswi MAN (Madrasah Aliyah Negeri) Ketapang Kalbar dengan nomor kontrak proyek: 661/Ma.14.14/PP.00.6/9/2021, penyedia pelaksana proyek PT.AMRA MANDIRI disinyalir tidak mengantongi IMB dan tidak memiliki ijin pengadaan satuan barang/jasa seperti pasir dan kayu, yang mana indikasi disinyalir pihak pelaksana membeli pasir ilegal dan membeli kayu hasil jarahan di kawasan zona Hutan Lindung (HL).

Jikalau kita Patuh Pajak dan Ijin dari sektor IMB itu sendiri, tentunya ada income yang masuk ke PAD (Pendapan Asli Daerah) Kab.Ketapang Kalbar. Bangunan proyek Pemerintah yang dikerjakan oleh para kontraktor diantaranya proyek Kementerian Agama yaitu bangunan Gedung Asrama MAN. Kontraktor pelaksana PT.AMRA MANDIRI didampingi Konsultan CV.SARANA KARYA SEJAHTERA yang berlokasi di Jln.Brigjend.Katamso No. 170 Kel.Sukaharja Kab.Ketapang mengundang riset dramatis indikasi proyek tidak patuh ijin dan pajak. Terindikasi proyek korupsi berkoloborasi, penguasa berdasi Cap Tikus duduk di atas kursi berbau korupsi bentuk proyek Kementerian Agama disinyalir proyek tidak mengantongi Ijin pengadaan pasir dan kayu serta tidak Koperatif dengan aturan Hukum dan UU dengan tidak mengantongi IMB.

Proyek Menteri Agama disinyalir proyek Nakal terkesan exsen berjalan tanpa adanya IMB, terlepas apakah hal tersebut memang kontraktornya yang bandel ataupun pihak yang berwenangnya yang lalai dan terkesan membiarkan serta hanya duduk manis dibalik meja kerjanya. Seharusnya kontraktor pemenang tender yang membuat IMB, hanya saja mungkin dia setengah sadar dan setengah khilap, kontraktornya mungkin tidak takut hukum serta aturan, dia seolah-olah kebal hukum dan anti hukum.

Rajawalinews (RN) Investigasi kelapangan serta Konfirmasi Rabu (24/11/21) dikatakan Sukri mengaku dirinya tukang di bangunan di Proyek Menteri Agama,” Ini proyek MAN tidak memiliki Kantor Direksi Keet yang ada bertempat diruangan Kantor MAN. Kalau ambil photo tidak bisa dan tidak diijinkan karena bos di luar kota di Pontianak, kalau pimpinan yang berhubungan tidak ada di tempat saya dak bisa kasih keputusan, nanti saya di omeli terus sama bos.”ujarnya Tukang Sukri.’’ Saya bisa kasih tau bos saya kalau bos sudah datang dari Pontianak namanya ‘ Rudi. Sementara ini tidak boleh ambil gambar dan photo, kalau sudah ada pimpinan saya silakan datang kesini, kalau saat ini jangan ambil sembarangan photo proyek ini, ada buku tamu tidak disini kalau kertas kosong saya tau di mana tempatnya, buku tamunya tidak ada,” ucap pungkasnya ‘Sukri si tukang bangunan proyek Kementerian Agama dengan bergaya cengar cengir celenga celengu.

Hasil pantauan Analisik Investigasi RN diduga pelaksana proyek pembangunan Gedung Asrama Siswa dan Siswi MAN.Ketapang Kalbar Terindikasi menggunakan pasir urug illegal tanpa izin Jenis Galian C. serta bangunan Proyek tidak mengantongi IMB, adanya potensi korupsi IMB dan menampung bahan Ilegal hasil jarahan di kawasan Hutan Lindung. IMB di atur dalam UU.Nomor:18 Tahun 2002 tentang bangunan Gedung dan dapat disimpukan IMB Wajib dimiliki setiap pemilik Bangunan, IMB berguna untuk menyatakan bahwa bangunan yang didirikan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ironis serta celakanya lagi para pekerja Proyek tidak berpakaian layaknya aturan di dalam UU perihal tentang keselamatan dan kesehatan kerja (k3 tidak pakai Helem, Rumpi dan Sepatu Boot), pelaksana Proyek terkesan tidak mematuhi prosedur aturan dalam Kegitan Proyek.

Terpisah saat di konfirmasi Yovi lanjut kepada Pengelola Teknis Proyek yang saat ini sebagai PNS di Dinas PUTR ‘’ MISLIANTO.ST. mengatakan pada Yovi,”Nanti saya panggil pengawas lapangan dan Pelaksana agar bisa berkordinasi, nanti saya hubungi mereka semua. Saat ini saya lagi balik dari kantor mau makan siang,”pungkasnya pengelola Teknis Proyek Kementerian Agama di Ketapang Kalbar MISLIANTO.ST.

Disinyalir temuan adanya hembusan potensi indikator Proyek Kementerian Agama terindikasi korupsi garong hak keuangan Pajak dan tidak kantongi IMB, suatu perbuatan Modus berkedok proyek garong keuangan Negara berkedokan Proyek Kementerian Agama Bangunan Gedung Asrama MAN. Di mana hak paten pengawasan sebenarnya, sedangkan pengelola teknis tidak berada di lokasi proyek.*##(Tim Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here