Paket Sekwan DPRD Ketapang Terselubung Berpotensi Proyek Mark-Up

Kalimantan Barat-Ketapang || Media Rajawalinews.online

Anggaran rehab pembangunan gedung DPRD terlalu berlebihan. Apalagi gedung yang ada saat ini masih layak digunakan. Kondisinya pun masih representatif. Anggota DPRD dan Pemerintah Kab. Ketapang Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) seyokyanya menimbang Rehab gedung tersebut. Sebab rakyat akan tersakiti oleh perilaku anggota dewan tersebut dikarenakan anggaran itu lebih bermanfaat untuk pembangunan jalan, yang mana dikatakan jalan kota namun hancur di sana-sini tak layak disebut jalan sebuah perkotaan.

Perawatan gedung DPRD dan pengadaan yang tidak Nampak maupun Nampak dalam penyerapan anggaran yang terindikasi adanya potensi berbau busuk Korupsi. Sedangkan rakyat sedang dilanda kesulitan ekonomi dalam pandemi Covid.19. Anggaran rehab gedung berpotensi Disinyalir kuat Korupsi dan Proyek Mark-Up serta layanan public sangat buruk untuk kualitas infrastrukturnya di Kabupaten/Kota Ketapang Kalbar, juga minta ampun amburadulnya. Legislatif bisa berdalih itu adalah tanggungjawab eksekutif.

Bukan rahasia lagi, kinerja pengawasan DPRD dan reses nyaris tak pernah bermuara kepada sesuatu yang konkrit. Malah seringkali praktek pengawasan justru Relevansi menjadi praktik santapan “Bubur pedas dan Teh Celup”, politik di isi dengan rutinitas ritual berbagai persoalan di Kab. Ketapang namun tidak mencapai target. Seandainya para politisi itu memiliki kepekaan moral dan etik, seyokyanya pembangunan gedung DPRD terselubung tidak terjadi.

Lebih baik anggarannya diperuntukkan bagi rakyat yang sangat miskin dan membutuhkan. Saat ini kaum intelektual dan aktivis yang seharusnya berteriak melawan, sepertinya sedang mengalami Kebisuan dan sakit Encok karena daya kritik dan idealisme menyerah kepada konformisme. Jangan heran, bila sejak awal hingga kini pembangunan gedung mewah monumen pengkhianatan tersebut nyaris tak terdengar. RN pesimis proyek yang dikerjakan rekanan CV dari DPRD sebagai pelaksana kegiatan Proyek Pembangunan Rehabilitasi Gedung DPRD analisis temuan dilapangan murni sebagai sebuah kegiatan, melainkan sebuah kegiatan terindikasi untuk mengoheet uang Negara.

Tim Rajawalinews (RN) Kamis (04/11/21) temukan Proyek Rehab Gedung Sekretariat DPRD Ketapang Implisit beraroma proyek Rekanan atau proyek Boca-boci, dalam pembangunan tersebut Sekretariat DPRD tidak bisa di konfirmasi RN. RN mengkonfirmasi dengan mengisi buku tamu dan menghubungi salah satu admin DPRD ‘Fitriyadi’ lewat chat WA dikatakannya,”Itu proyek apa tu, di sini hanya ada besi corr, batu, pasir dan semen serta kayu, dak tau ada kegiatan apa gitu,”ujarnya. RN mempertanyakan,”Ini adalah gawe DPRD ya pak? “Saya tidak tau apa gawe DPRD atau Sekretariat DPRD, saya tidak tau karena saya baru masuk,” pungkasnya ‘Fitriyadi’ yang baru bertugas di DPRD.

Pasalnya proyek Milik DPRD wakil sang Rakyat Terselubung dan tersembunyi laksana Lintah darat tak nampak di pandang mata, seharusnya Wakil Rakyat memberikan pandangan Transparan dalam pelaksanaan manfaat keuangan Rakyat untuk pembangunan jenis apapun, mengkritik dan menyampaikan serta bekerja dan berbuat untuk kemakmuran rakyat bukan sebaliknya menyantap Bubur Pedas dan Teh Celup, ironisnya proyek Rehab terselubung dan tersembunyi berapa besar Pagu anggarannya, berapa lama waktu kontrak pelaksanaannya dan jenis apa yang di bangun, semua disinyalir terselubung dan tersembunyi sehingga mengundang kecurigaan. Ada apa di balik Banggar (Badan Anggaran) DPRD Kab.Ketapang. Paket Sekwan DPRD Ketapang terselubung berpotensi proyek Mark-Up yang tidak bisa di konfirmasi, sangat disayangkan oknum DPRD tertutup dan terselubung dengan adanya proyek di gedung miliknya. **##(Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here