W.R.C. minta Ketegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap Korupsi Proyek Jalan ‘’ 102.Milyar ‘’

Kalimantan Barat- Ketapang || Media Rajawalinews.online

Tim Divisi Penindakan W.R.C. (Watch Relation Of Corruption) ‘Ali Sopian’ beralamat Kantor di Pusat Jakarta meminta Kepada Bintang Empat Yth.Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memburu serta mengungkap Aktor intelektual Korupsi Proyek Jalan ‘102.Milyar’. Disampaikan di Media Rajawalinews (RN) Group Senin (1/11/21), Pelaksanaan proyek Akses Jalan Siduk – Sungai Kelik.2 di Kab. Ketapang Provinsi wilayah Hukum Kalimantan Barat (Kalbar) Aliran bersumber Keuangan Negara dari Pajak Rakyat sebesar Rp.102 Milyar. Diinfokan Paket Proyek tahap.2(Dua) sebesar 102 Milyar dan Tahap 1 (Satu) tak jelas apa yang dikerjakan hingga menjadi perhatian bagi Khalayak masyarakat Miskin dan Kecil yang perduli akan keuangan Negara untuk kemakmuran Rakyat Kab.Ketapang Kalbar.

Ali Sopyan Kepala Tim Divisi Penindakan WRC

Tak Jelas rimbanya Indikasi pengawasan Proyek jalan milik Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Pontianak Kalbar, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tidak jelas serta Tidak berada di tempat. Untuk memastikan rencana kerja sesuai Dokumen kontrak, Analisis temuan berbagai jenis kerusakan pada permukaan ruas jalan Proyek Siduk-Sungai Kelik.2 yang menelan anggaran 102 Milyar.

RN Investigasi temukan fakta spesifikasi optimum LPA dan LPB terindikasi Tidak Jelas antara ketebalan dan campuran bahan LPB-LPA yang mana asal campur dapat menjadi penyebab rendahnya daya dukung lapis pondasi timbunan LPA dan LPB-nya tidak maksimal, sehingga tidak memenuhi persyaratan spesifikasi. Tebal lapis pengkerasan yang kurang dari ketebalan rencana dapat memperlemah struktur secara keseluruhan indicator adanya potensi Korupsi sistematis berjema’ah Proyek Jalan Siduk-Sei Kelik.2.

Lapis pondasi dan lapisan timbunan terindikasi tidak jelas, timbunan ketebalan dan campuran LPB (Lapisan Pondasi Bawah) maupun LPA (Lapisan Pondasi Atas). Ketebalan hamparan timbunan LPB setinggi 18.cm dan ketebalan Tinggi LPA 25 cm, dengan jumlah keseluruhan Tebal LPB-LPA 43 cm, mengingat Timbunan LPB-LPA sudah ada dasar jalan yang lama, sehingga timbunan ketebalan tidak merata disebabkan badan Proyek jalan sudah ada tinggal menimbun di kiri-kanan badan jalan saja, Disinyalir kuat adanya Mafia ketebalan hamparan timbunan pengkerasan Proyek Jalan Siduk-Sungai Kelik.2 terkesan kuat adanya potensi Mafia mengurangi mutu kualitas dan kuantitas Volume timbunan LPB-LPA proyek 102 milyar tahap.2, apa lagi proyek tahap.1 Pagu anggaran berapa besar TIDAK jelas.

Indikator Satuan kerja (Satker) Pekerjaan Umum (PU) Pontianak Kalbar PPK beserta pelaksana mengambil Bahan tanah timbunan Tanah pilihan jenis Galian C Tanah Laterit asal ambil di sepanjang Proyek jalan Siduk-Sungai Kelik2 di kawasan Hutan Lindung (HL) dan di tepian tiang Listrik, mengakibatkan Tiang listrik mau tumbang karena tanah di tepian Tiang listrik di ambil pelaksana Proyek PT.DAMAI CITRA MANDIRI (DCM) bekerjasama dengan PT.TRIFA ABADI, indikator kuat proyek jalan Siduk-Sungai Kelik tahap 2 belum lagi tahap 1 (satu) di sinyalir asal-asalan kerja, tidak menunjukkan proyek yang berkualitas adanya potensi Korupsi pengadaan satuan barang/jasa di pengadaan Tanah Laterit yang mana mengasak kawasan Hutan Lindung dan mafia Tanah Timbunan LPB-LPA jutaan meter kubik dan merugikan Negara milyaran rupiah.

W.R.C. meminta Bintang Empat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memburu dan mengungkap Korupsi Proyek Jalan Siduk-Sei Kelik.2, segera periksa Indikasi adanya potensi Korupsi proyek Jalan Siduk-Sungai Kelik dari Tahap 1 (satu) dan Tahap 2 (dua) dengan nilai 102 Milyar.

Terutama pengadaan tanah Timbunan jenis Galian C yang diduga tidak mengantongi izin Galian C tanah pilihan Laterit yang kawasan pengambilan Tanah Galian C untuk penimbunan fisik proyek di kawasan Hutan Lindung. Proyek baru dikerjakan sudah banyak yang rusak akibat Pelaksana dan PPK tidak professional dalam pelaksanaannya. Indikasi KPA, PPK dan Kontraktor bermain Kongkalikong dalam Proyek jalan senilai 102 milyar. Yang mana jalan baru di bangun sudah rusak serta bahu jalan tidak di timbun. Sungguh luar biasa Pelaksana PT.DCM, KS0 PT. TRIFA ABADI dan PPK asal kerja, terkesan potensi Proyek Mark-Up dan proyek berpotensi kuat Ladang Korupsi Berjema’ah 102 Milyar tahap.2, apa lagi tahap 1 proyeknya sudah pada rusak dan tak jelas iteam paket proyek tersebut,” Tandasnya Pimpinan WRC ‘Ali Sopyan’.

Diungkapkan Pengawas pelaksana Uten,”Ketebalan Hamparan Hoxmik 6,5 cm dengan perbedaan kelas hamparan Hoxmiknya dan ketebalan timbunan LPB. 18 cm dan ketebalan hamparan timbunan LPA.25 CM, dan untuk tanah timbunan pengadaan dan izin saya tidak tau, ada pengurus proyek ini namanya Pendi hubungi saja dia,” katanya Uten.

Sebagai pemegang proyek Rp.102 Milyar Siduk-Sungai Kelik tahap.2 sebut namanya Pendi, saat di konfirmasi RN marah-marah dan mengatakan,” Kapasitas anda menanyakan proyek saya kenapa dan ada apa, hati-hati anda ya membuat beritanya,” cecarnya Pendi dengan kata mengancam dia pemegang proyek 102 milyar dengan nada berang besama RN.

RN konfirmasi pemilik Proyek Dinas PU Provinsi Pontianak hingga saat ini belum ada tanggapan dan jawaban perihal indikasi pengadaan Tanah Timbunan Jenis Galian C. dan pengadaan batu yang di duga Tanpa memiliki Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) yang mengambil dan mengerok di kawasan Hutan Lindung dan mengambil tanah di tepian tiang listrik hingga tiang listrik miris mau tumbang disebabkan tanah di tepian tiang diambil dan ditimbunkan ke jalan proyek 102 Milyar dan ketebalan LPB-LPA tidak jelas serta jalan yang baru di bangun sudah rusak berlobang dan terkelupas.

Indikasi korupsi jalan Siduk- Sungai Kelik dari tahap 1 sampai tahap 2 dari Pengadaan Barang/Jasa tanah pilihan Laterit dan Batu serta Mutu maupun Volume LPB-LPA Disinyalir tak jelas, adanya potensi Proyek Mark-Up Ladang proyek Korupsi. Tangkap dan adili aktor biang KEROK dan Pelaku intelektual Korupsi Sistematis Berjema’ah jalan Siduk-Sungai Kelik 102 milyar terkesan signifikan proyek merusak lingkungan.

Terpisah temuan ungkapan di salah satu Media Cetak dan Online PT.DAMAI CITRA MANDIRI (DCM) KS0 PT. TRIFA ABADI tidak pernah berkordinasi bersama Dinas PerkimLH Kab.Ketapang Kalbar sejak tahun 2018 hinggga sekarang tahun 2021 dan tidak pernah berkordinasi bersama Dinas Bappenda perpajakan Ketapang, ditegaskan Kabid Bappeda akan segera menuntut kerugian pajak yang dilakukan PT tersebut dan saat di konfirmasi PPK Herman di Pontianak, salah sambung katanya PPK memilik proyek 102 milyar tahap 2 itu. Berkenan dengan adanya indikasi Korupsi berkedok Proyek Pembangunan Jalan Siduk-Sei Kelik tahap 1 dan tahap 2, Pimpinan W.R.C. Ali Sopian meminta agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memburu Korupsi Proyek Jalan ‘102.Milyar’ serta mengungkap dan mengejar Pelaku Korupsi yang bergaya sopan dan Santun dengan bermacam dalih dan cara menutupi kebobrokannya dalam menghantam keuangan Negara modus Proyek jalan di Ketapang Kalbar, siapapun dia Korupsi adalah kejahatan luarbiasa mengsengsarakan masyarakat kecil dan miskin secara permanen, akibat Pelaku Korupsi pemain Proyek 102 milyar tahap 2 belum tahap 1 agar secepatnya terungkap hingga terang benerang. Konon disinyalir di balik ini semua ada Oknum penegak hukum bermain, sehingga KPA, PPK dan Kontraktor berani main terang-terangan menghantam tanah Laterit tanpa Izin di HL dan gelapkan Pajak serta Mark-Up Proyek .*## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here