Surat Terbuka Kepada Walikota Tanggerang dan Pemangku Kepentingan Pasar Tanah Tinggi Tanggerang

Tanggerang –
Kami atas Nama Forum Paguyuban Buah dan Sayur FPBDS Pasar Induk Jati Uwung mengatakan
“Statement Wali Kota Tangerang ” Arief , menjaga acuan, Pedagang Pasar Induk Jatiuwung Tangerang Merasa dibohongi” Senin 28 September 21 .

Hal ini berawal dari pernyataan “Wali Kota Tangerang di salah satu media yang ada di Kota Tangerang, yang tayang pada Senin, 15 Oktober 2018, yang menyatakan bahwa : “Izin Pasar Tanah Tinggi Tak Diperpanjang”, hal ini sontak menjadikan para pedagang Pasar Tanah Tinggi Tangerang merasa kelimpungan.

Dan atas inisiatif sendiri, akhirnya mereka para pedagang Pasar Tanah Tinggi berbondong- bondong untuk pindah ke lokasi Pasar Induk Jatiuwung, yang berlokasi di Kelurahan Keroncong, Kec. Jatiuwung, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum dari beberapa sumber (para pedagang), bahwa Izin Pasar Tanah Tinggi Kota Tangerang, habis pada tanggal 31 Juli 2021, berbarengan dengan dibukanya (launching) Pasar Induk Jatiuwung Kota Tangerang. Harapan para pedagang yang sudah terlanjur pindah ke Pasar Induk Jatiuwung, bahwa Pasar Tanah Tinggi yang diakui sebagai Pasar “Induk” Tanah Tinggi oleh para pengelolanya, DITUTUP!

Namun aneh…! Karena yang terjadi di lapangan, ternyata ada isu bahwa izin operasional Pasar Tanah Tinggi mau diperpanjang.
“Ini seakan mengelabui kami, Pak. Kami seringkali mempertanyakan terkait diperpanjang tidaknya izin dimaksud, tapi jawaban para pengelola pasar tidak jelas, seakan menutup-nutupi,” ungkap salah seorang pedagang buah di Pasar Induk Jatiuwung.

Alhasil, merangkum dari berbagai sumber dan menyimak pemaparan di atas, bahwa Izin Operasional Pasar Induk Tanah Tinggi patut DIPERTANYAKAN!

Di sinilah, seharusnya Pemkot Tangerang mengkaji dan melihat kembali segala bentuk kelengkapan izin dari Pasar Tanah Tinggi, yang diakui Pengelola sebagai Pasar Induk Tanah Tinggi itu. “Apakah mengantongi izin atau tidak?
apakah betul atau tidak Pasar Tanah Tinggi adalah sebagai Pasar Induk?

Yang jadi pertanyaan ; apakah tidak keliru, pernyataan seorang Wali Kota Tangerang, dengan mengatakan bahwa “Izin Pasar Tanah Tinggi Tak Diperpanjang”, tanpa tahu apakah memang Pasar Tanah Tinggi memiliki izin atau tidak? Karena menurut sumber, yang juga salah satu pengelola Pasar Induk Jatiuwung mengatakan, “Setelah kami mengecek ke Dinas Perizinan, satu-satunya Pasar Induk yang memiliki izin, ya hanya Pasar Induk Jatiuwung ini,” katanya.

Selayaknya menjadi PR untuk seorang Wali Kota Tangerang, untuk mengecek kelengkapan izin operasional Pasar Induk Tanah Tinggi Kota Tangerang yang diduga belum berijin ?
dan Jangan sampai membingungkan warga pasar, yang selama ini menjadi korban isu soal diperpanjangnya izin Pasar Induk Tanah Tinggi.

Saat dimintai keterangan Pemangku kebijakan “Bina Pasar Mandiri’ yang juga pengelola Pasar Induk Jatiuwung mengatakan, “Untuk kelengkapan izin pembukaan pasar induk, yang tercatat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang, Provinsi Banten, hanya Pasar Induk Jatiuwung yang mengantongi kelengkapan izin,” ucapnya.

Hal senada juga di ucapkan oleh salah satu perwakilan dari Forum Paguyuban Buah dan Sayur ( FPBDS ) H.Khozin mengatakan para pedagang, Pasar Induk Jatiuwung merupakan Pasar Induk Pertama di Indonesia yang telah memiliki izin induk operasional dari Pemkot Tangerang Senin 28 September 21.

Untuk itu ” H Khozin mempertegas kembali Ijin Prinsip Pasar Induk Tanah Tinggi yang dimana dan diduga belum mengantongi ijin harusnya Ijin Prinsip Bongkar muat barang tidak berlaku disana dan seharusnya bongkar muat itu berlaku di Pasar Induk Jati Uwung bukan di Pasar Tanah tinggi ” Ucapnya .

Karena itu selayaknya Pasar Tanah Tinggi hanya menjual eceran bukan Grosir dan tentunya ini sudah menyalahi Ijin Prinsip karena di Pasar Tanah Tinggi masih berjalannya Sumbu 6 atau Bongkar muat yang masih dilakukan di Pasar Tanah Tinggi Tanggerang ” Jelasnya

Sambung” H Khozin
Sudah seharusnya menjadi PR untuk seorang Wali Kota dan Para Pemangku kepentingan di Kota Tangerang, untuk meluruskan Ijin Prinsip Bongkar Muat yang berlaku di Pasar Tanah Tinggi ,agar kejelasan Sejatinya Pasar Induk yang benar itu bisa berjalan dengan baik .

Oleh karena itu saya berharap kepada Pemangku Kepentingan Pasar Tanah Tinggi atau Walikota Tanggerang ” Arief, untuk segera meluruskan Ijin prinsip yang menjadi Polemik sekarang ini antara Pasar Induk Jati Uwung yang sudah ada ijinnya dengan Pasar Tanah Tinggi yang diduga Sumir dalam Perijinan nya dan bila mana pemberitaan ini tidak disikapi dengan segera untuk mempertegas kata “H Khozin kami akan buatkan Audensi yang tentunya Kepada Walikota Tanggerang ” Arief Hermansyah juga Dinas Perijinan dan juga Dinas Perhubungan bila perlu kami akan Audensi kepada Dewan DPRD Kota Tanggerang ” Tutupnya. (Redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here