Ketua Umum FOREDER Aidil Fitri, Mendukung Pernyataan Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman di depan Prajurit Batalyon Zeni Tempur, Bandung

Bandung -Media Rajawalinews.online

Forum Relawan Demokrasi FOREDER menanggapi terkait pernyataan Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen Dudung Abdurachman pada saat kunjungan
kerja ke Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 9/Lang-Lang Bhuana Kostrad di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Senin (13/9).

Dalam paparannya
” Letjen Dudung Abdurachman, meminta kepada prajurit jangan mudah terprovokasi berita hoax. Tidak lupa, dia meminta mereka menghindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama.” Jelasnya Sabtu 18/09/2021.

Dan beliau berpesan
“Bijaklah dalam bermain media sosial sesuai dengan aturan yang berlaku bagi prajurit. Hindari fanatik yang berlebihan terhadap suatu agama. Karena semua agama itu benar di mata Tuhan,” ucap eks Gubernur Akmil tersebut.

Sambung ” Aidil Fitri.SH
“Menurut kami maksud dan tujuan dari Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman tersebut tidak lain adalah bahwa prajurit TNI harus setia dan taat dengan sumpah prajurit dan juga berada di garis terdepan serta berani berkorban membela keutuhan NKRI dari setiap bahaya- bahaya di dunia saat ini, apalagi dunia teknologi digital sangat cepat dan pesat perkembangannya, semakin majunya dunia teknologi saat ini berita-berita dan ajakan2 serta doktrin-doktrin paham radikalisme dan terorisme sangat terbuka dan mudah di jumpai di dunia medsos saat ini, untuk itu sebagai seorang prajurit harus cakap dan pandai memilah yang mana HOAX dan yang mana bukan HOAX karena itu penting buat seorang prajurit di masa sekarang saat ini “Tegas Aidil Fitri selaku ketua umum FOREDER.

“Silahkan di cermati pernyataan Pangkostrad “Bahwa semua Agama adalah SAMA DI MATA TUHAN” Karena Semua agama adalah milik tuhan apa mungkin tuhan tidak mengakui ciptaannya sendiri.

“Bahwa sekarang agama berbeda-beda yang berbeda itu keyakinan manusianya dan kesalahan pemahaman manusia terhadap agamanya yang mengakibatkan manusia berbeda keyakinan dalam beragama”, tambah Aidil Fitri

Setiap ajaran agama apapun itu benar dan tidak salah bagi menurut pemeluknya masing2, karena hakikat dari beragama itu yaitu membuat kebaikan bagi diri sendiri dan umat agama masing-masing itu sendiri. Kita lihat dan terjemahkan daripada bunyi Pancasila sila pertama ” Ketuhanan Yang Maha Esa’ artinya setiap agama yang ada di Indonesia ini di akui dan di lindungi oleh negara,” tutup Aidil Fitri. ( Team )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here