Jalan Kubangan Kerbau Desa – Kecamatan Manis Mata, Di Mana Pemerintah Dan Duit Negara

Kalimantan Barat – Ketapang ‘Media Rajawalinews.online

Protes jalan rusak dengan cara unik mengancam kehidupan. Bersepeda motor di atas jalan tanah berlumpur laksana kudangan Kerbau di sawah, untuk melewati jalan rusak parah sepeda motor saja susahnya minta ampun, apa lagi kendaraan Roda Empat dan Roda Enam mustahil bisa melewati jalan Hancur laksana bubur kubangan Kerbau.

Jalan rusak yang seperti kubangan sudah lama rusak dan tidak diperbaiki Pemerintah setempat. Itu merupakan bentuk ketidak-perdulian Pemerintah terhadap masyarakat pedalaman, masyarakat menjadi kesal tidak ada perbaikan jalan ini,” Dikatakan seorang warga tokoh Desa Sungai Buluh Kec.Manis Mata Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar). Jajir” Minggu (19/09/21),”Jalan rusak itu berada tepat di daerah Akses Vital Desa Sungai Buluh penghubung masyarakat menuju pusat Pemerintahan Kec.Manis Mata dan sekitarnya. Jalan itu setiap hari dilalui anak sekolah, petani, dan masyarakat sekitarnya, semua lewat jalan itu. Itu sangat rawan orang kecelakaan terutama pada malam hari rawan kejahatan, kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki.

Lanjut disampaikan Jajir kepada Awak Media Rajawalinews (RN) Group,”Pemangku kebijakan katakan saja Pemkab Kab.Ketapang dan Personil Politik Anggota Dewan yang terpilih atas dukungan masyarakat di Dapil kami yang telah kami pilih dan duduk di singgasana DPRD Kab.Ketapang. Tidak jarang warganet masyarakat Ketapang yang hidup di bawah Garis kemiskinan menyampaikan lewat Postingan FB, Group WA ikut membagikan dan menanggapi foto yang di-posting di media sosial ikwal Jalan Rusak laksana Kubangan Kerbau atau jalan menuju kesawah penyemaian padi. Saya berharap segera ada perbaikan jalan, Warga masyarakat Dusun Kuala Sungai Buluh Desa Sungai Buluh Kec.Manis Mata Kab.Ketapang. Kami dari Kec. Manis Mata selalu dianak-tirikan, Jalan Rusak tidak di perbaiki adapun perbaikan keringan hati dan keringan jiwa dari perusahaan kebun sawit yang perduli terhadap jalan Akses Desa yang rusak parah ini di timbun olehnya.

Jalan ini satu-satunya sebagai akses warga masyarakat Dusun Kuala Sungai Buluh. Saya sangat merasa Kecewa dan juga heran sama Pemerintah yang ada di Desa Sungai Buluh termasuk Pemerintah yang ada di Kecamatan, apa lagi namanya Pemerintah yang ada di Kabupaten selalulah Ro’oling/belusukan ke Dusun dan ke Desa-Desa agar tau situasi keadaan Akses Infranstruktur akses Desa, ketika di tahun 2023 dan seterusnya di Sungai Buluh, jangankan Jalan seperti lubang tikus yang hancur laksana bubur tetap di masuki untuk mencari suara meminta dukungan untuk duduk di kursi kepemimpinan, apalagi ketika saat pemilihan umum legislatif tahun 2024, tetap berbondong-bondong mencari simpatisan suara minta di pilih lagi, setelah dia duduk tak ada apa-apanya janji sebatas tipuan belaka, uang Negara untuk pembangunan jalan setiap tahun di ketok palu oleh Dewan Trliyunan Rupiah buat penunjang Infranstruktur Jalan, Di mana itu Uang Negara untuk rakyat buat jalan? imbuhnya Jajir.

Jalan lintas antar Dusun Kuala Desa Sungai Buluh ke Desa lainnya didalam Kec. Manis Mata, disini ada 2 (dua) perusahaan yang berinvestasi di sektor Perkebunan kelapa sawit. PT. MSL (Mitra Saudara Lestari) dan PT.UAI (Usaha Agro Indonesia). Di Dua Desa, Desa Sungai Buluh dan Desa Jambi di Kec. Manis Mata ini memang sangat miris, bisa dikatakan tak pernah mendapatkan perhatian dari sektor pembangunan penunjang Infranstruktur dan pembangunan yang layak dari Pemerintahan yang terkait, ada apa di balik ini? Kami masyarakat kecil dan miskin hidup di dalam pelosok Desa memang sangat tak diperdulikan dalam pembangunan, terutama Jalan sebagai akses penunjang Desa yang tak pernah tersentuh, apakah Pemerintah tidak punya Rasa Belas Kasih, bersama warga masyarakat Dusun Sungai Buluh Desa Sungai Buluh yang tinggal di pingiran sungai? Semoga mata Pemerintah terbuka dengan lebar, biar warga masyarakat Se-Kab Ketapang bisa merasakan jalan yang Layak dan Bagus. Kepada Pemerintah tingkat Kab. Ketapang, jelasnya untuk program CSR’nya itu di kemanakan oleh Pemerintah?” kesah resah risaunya ‘Jajir’.

Menurut Jajir, di setiap perusahaan itu sudah ada program seperti CSR penunjang pembangunan akses jalan tetapi hilang di telan bumi, bayangan semu pemilik kebijakan. Saya sangat merasa Rada-rada aneh, tak ada lagi untuk program pembangunan seperti program dari Kab. Ketapang bersumber keuangan APBD yang akan dibangunkan ke setiap Pedesaan Se-Kab. Ketapang. Jika memang Kab.Ketapang tak ada lagi niat untuk pembangunan di Desa kami, Khususnya ini usulan dari saya, mendingan Kec.Manis Mata memisahkan diri dari Kab.Ketapang Kalbar, pisah aja dari Kab. Ketapang dan Gabung masuk ke Kab. Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) agar masyarakatnya Makmur dan Bisa menikmati jalan yang layak dan bagus, setiap Kabupaten baru pasti jalannya yang utama ditingkatkan. Kec. Manis Mata minta dipisahkan saja, karena jika tak pisah dari Kab.Ketapang Kalbar seumur hidup sampai mati nyawa orang tua kami, kita tidak akan merasakan Jalan Layak dan Nyaman seperti di wilayah Kal-Teng, kalau kita selalu menunggu pembangunan dari Pemerintah Kab.Ketapang sempat Gajah Beranakan Kambing, Karena di matanya Pemerintah, kita tak diumpamakan sebagai warga yang mendukungnya duduk di kursi kekuasaan kala itu, kita hanya dapat janji-janji Palsu dan janji-janji Minyak Angin Seribu Macam Genting Kepala Merah, semoga saja Kami warga Kec.Manis Mata bisa memisahkan diri dari Kab.Ketapang Kalbar dan segera Gabung masuk di Kab.Sukamara Kalimantan Tengah (Kal-Teng) agar bisa menikmati Jalan yang Layak dan Pantas. Kecamatan kami banyak asset dan potensi di sektor Kebun dan tambang,”timpalnya Jajir. Kita Nikmatilah Jalan Becek serta Berlobang Dalam-dalam, Meskipun Tak senikmat Becek dan Berlobang Berjalan, berharap jalan yang di jalani Baik-baik saja di jalani. *## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here