Tangerang- Media Rajawalinews.oline

Lama tak terdengar kabar dengan adanya pemberitaan pelecehan Wartawan yang dikatakan “MALING” oleh security sekolah SMPN 1 Cisoka. Ternyata berbuntut “SUAP” oleh Wawan ketua MKKS SMP, terlebih lagi bukanlah yang bersangkutan sendiri yang mendatangi, akan tetapi di manfaatkan oleh oknum yang mengaku pengurus organisasi Wartawan di Tangerang yakni Makmur, (31/07/21).

Lalu apakah semua permasalahan harus selesai dengan Penyuapan, seperti kejadian yang terjadi antara Pihak sekolah SMPN 1 Cisoka yang di wakili oleh W dengan M, padahal M bukanlah yang bersangkutan. Awal mula kejadian di kutip dari Lintasnusantara.net yang telah tayang, judul berita (Pelecehan Wartawan dituduh Maling Oleh pihak SMPN 1 Cisoka berbuntut panjang). Bahkan Fahrudin Sekertaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Kabupaten Tangerang ketika di mintai keterangan oleh Awak media mengaku tidak mengetahuinya.

Singkat cerita, salah satu Pimpinan Redaksi (Pimred) media Info terbit Dedi yang merupakan anggota Gabungan Wartawan Indonesia (GWI), sedang mengungkap kasus jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS). Saat itu Dedi mendatangi SMPN 1 Cisoka, sebelum masuk kedalam lokasi sekolah, Dedi mendekati Pos keamanan sekolah, dirasa tidak ada seseorang di pos tersebut, lalu Dedi langsung memasuki lokasi sekolah karna di rasa kemungkinan ada di dalamnya, setelah itu tiba-tiba orang yang mengaku keamanan sekolah menghampiri Dedi dan berkata “Masuk ke dalam Diam-diam saja tanpa Lapor, udah kaya Maling saja”, sontak hal tersebut menyinggung perasaan dedi. Dengan perasaan kesal dia pergi meninggalkan sekolah dan mengadukan Prihal tersebut kepihak Organisasi GWI.

Lanjut GWI kemudian menghubungi pihak SMPN 1 Cisoka dengan agenda ingin memediasi masalah tersebut, yakni apabila pihak sekolah tidak meminta maaf kepada yang bersangkutan, maka masalah itu akan di bawa keranah Hukum. Dirasa tidak ada respon dari pihak sekolah, maka GWI memberitakan kejadian itu melalui beberapa media, yang diantaranya media Lintas nusantara. Kasus tersebut juga menarik perhatian Jaka selaku Ketua Bidang (Kabid) hubungan kelembagaan dan Hubungan Masyarakat Assosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Jaka menilai kasus tersebut akan dia kawal sampai tuntas, karna menurutnya perbuatan melecehkan profesi Jurnalis sangat tidak terpuji, apalagi yang melecehkan adalah Instansi pemerintah bidang pendidikan.

Kebid kelembagaan dan Humas AWDI kala itu didampingi Rekannya menyambangi SMPN 1 Cisoka, dan di sambut baik oleh Alwani Kepala sekolah, lalu kemudian dipanggil lah sang keamanan sekolah yang melecehkan Wartawan atas nama Dedi, setelah berdiskusi lama, Alwani kepala sekolah (Kepsek) meminta agar yang bersangkutan serta pihak GWI untuk mendatangi SMPN 1Cisoka. Kemudian Jaka menginformasikan kepada Dedi Cs melalui Mular untuk mendatangi sekolah, agar permasalahan bisa segera selesai. Ibarat bangkai yang dipendam lama pasti akan tercium juga, dirasa tak ada kabar mengenai masalah pelecehan terjadap wartawan bernama Dedi, dikabarkan penyelesaian berujung penyuapan dari pihak sekolah dengan dedi sebesar 20 juta. Mendengar informasi yang bersumber dari Linda Jurnalis Lintas nusantara Jaka sangat kecewa, dan menyayangkan hal tersebut terlebih lagi yang menerima uang tersebut bukan lah yang bersangkutan yakni Dedi.

Linda mengatakan, bahwa masalah terkait pihak sekolah yang melecehkan wartawan yang mengatakan MALING sudah selesai yang berujung pihak sekolah SMPN 1 melalui Wawan Rembo memberikan uang kepada Makmur GWI sebesar 20 juta. “Masalah pihak SMPN 1 Cisoka yang melecehkan wartawan dengan mengatakan Maling itu sudah selesai, Pak Wawan ketua MKKS kabupaten Tangerang telah memberikan uang sebesar 20 juta kepada Makmur,” Beber Linda Jurnalis Lintas nusantara.

Setelah mendapatkan cukup bukti, Jaka mengkonfirmasi Wawan melalui Chat WA, kemudian tidak di respon. Dewan redaksi Lintas nusantara tersebut kecewa, seakan Wawan rembo mengiyakan, “Saya coba menghub melalui Whassapp, tapi Pak wawan rembo hanya membaca saja, tidak merespon pertanyaan saya,” Ungkap Jaka kepada awak media.

Tidak sepatutnya setiap permasalahan di selesaikan dengan Uang, apalagi permasalahan tersebut bukan Dedi sendiri yang menyelesaikan, akan tetapi Oknum yang memanfaatkan kemudian sangat di sayangkan bahwa pihak sekolah sudah memberikan uang sebesar 20 juta, guna menyuap Makmur agar pemberitaan tidak dilanjutkan terus menerus.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here