Ketua DPN Dayak Kulawarga Borneo Angkat Bicara Tindak Tegas Oknum Yang Berkerja Sama Dengan Para Mafia Tanah.

Kal-Sel -Media Rajawaliinews.online

Menurut komentar ‘ Salam, SH.MH anggota Peradi dan juga Tenaga Ahli DPR RI Praksi Golkar No.335 ”  Banyak sudah masyarakat yang menjadi korban akibat penyerobotan dan perampasan.hak atas tanah yang dilakukan oleh para mafia tanah di Kal-Sel dan tindakan ini kalau dibiarkan berlarut – larut maka akan menciptakan penindasan terhadap masyarakat yang memiliki bukti – bukti kepemilikan atas tanah tukas.

Ketua DPD Dayak Kulawarga Borneo Kal – Sel dan Hak rakyat harus dilindungi oleh para penegak hukum maupun lembaga yang berkopetensi mengeluarkan SKKT atau sertifikat iseperti pihak jkelurahan serta BPN dan jangan sampai para oknum – oknum instansi tersebut ikut berkerja sama dengan para mafia – mafia tanah untuk merampas tanah orang lain ujar ‘ Salam, SH.MH ketika dimintai keterangan oleh awak media Senin sore 26 Juli 2021.

Salam, SH.MH Dia juga mengapresiasi para advokat dan penegak hukum Polda Kal- Sel untuk mendukung program presisi Kapolri untuk  membasmi para mafia tanah di Kal-Sel sehingga masyarakat merasa terlindungi dan ujar Salam, SH.MH dan Kapolda Kal-Selan harus benar – benar tidak tebang pilih didalam menangani praktek mafia tanah tersebut siapapun yang terlibat harus ditindak tegas sekalipun melibatkan dugaan oknum Pengadilannya, BPN maupun oknum polda sendiri agar masyarakat Kal – Sel mendapat jaminan hukum dan perlindungan dari tanah yang mereka miliki. 

Mengapresiasi kasus yang dihadapi oleh Ibu Erni Rosmeri Saragih, SH yang selama ini menjadi dugaan korban mafia tanah oleh HA dan HU perlu mendapat perhatian khusus dari pihak penegak hukum
Kal- Sel ,terutama yang  berkaitan dengan dugaan penyerobotan hak atas tanah yang terletak (dahulu) di Jalan Kampung Limau RT 27 Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan sedangkan (sekarang) dikenal dengan Jalan Lingkar Dalam Selatan RT 29  Kelurahan Pemurus Baru Kecamatan Banjarmasin Selatan kota Banjarmasin yang diduga dilakukan oleh Terlapor.

Tanah tersebut dimiliki oleh Erni Saragih,S.H., istri dari Drs. Sojungoan Hutahuruk,M.Si atas alas hak yang cukup kuat yang secara fisik dikuasai hingga sekarang dari sejak tahun 2006. Namun Segala macam upaya hak atas tanah tersebut terus diganggu oleh “mafia tanah”, dimana pada saat itu tanggal 03 Mei 2006 Erni Saragih,S.H., bermaksud mendaftarkan tanahnya melalui Kantor Pertanahan Kota Banjarmasin. namun anehnya di atas tanah yang dikuasai tersebut diberitahukan telah terbit SK pemberian Hak atas Tanah orang lain sehingga tidak dapat dimohonkan persertifikatan tanah, dan setelah dikonfirmasi kepada pihak yang mencaplok tanah tersebut maka yang bersangkutan mengakui kesalahannya karena alas Hak yang dimohonkan nya diduga kuat palsu akhirnya dibuat perjanjian dihadapan Notaris nuPada tahun 2007 untuk menerbitkan sertifikat Hak Milik iNomor 2264 dengan garis ukur No. 121/Pemurus Baru/2008 yang selanjutnya akan diserahkan Hak atas tanah tersebut kepada Erni Saragih,SH.” Tegas Drs. Sojungoan Hutahuruk,M.Si saat dikonfirmasi.

Kami berharap kejadian yang serupa terhadap Erni Saragih.dan Sojuangon yang menjadi korban dari para mafia tanah jangan terulang kembali di Kal -.Sel dan para penegak hukum kepolisian dan jujPengadilan dan BPN jangan sampai kecolongan terhadap bukti – bukti palsu yang disisipkan oleh para mafia tanah baik sebagai alat bukti di dalam persidangan pengadilan, persyaratan pembuatan sertifikat maupun laporan kepada pihak polisi dengan tujuan untuk mengkriminalisasi orang yang  tidak bersalah tukas advokat Salam, SH.MH mengakhiri komentarnya. ( Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here