Kebun Sawit PT.MSL Rampok dan Gusur Tanah Kuburan Pemakaman Umum Desa Sei Buluh.

Kalimantan Barat Ketapang|| Media Rajawalinews.online

Kita Negara Indonesia berlandaskan Pancasila dan Negara Hukum sudah merdeka hampir 76 Tahun lamanya, kemerdekaan itu hak NKRI, ironisnya Imajinasi kemerdekaan itu menjadi ajang Jurang Nista, di mana Sila ke 5. yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, berlambangkan Padi dan Kapas. Fakta Identik Lahan rakyat di Rampok serta Di Garong Pengusaha atau kacung Penengkulak Lahan milik masyarakat di rampas bersama pengembang investasi Bos Cukong pengusaha yang bergerak di perkebunan Kelapa sawit PT.Mitra Sawit Lestari (MSL) Merampok lahan milik masyarakat Kecil dan Miskin yang teramat Sadis dan Kejam tanpa ada rasa prikemanusiaan, manajemen PT.MSL Garong dan Rampok Lahan Pemukiman Kawasan Tanah Perkuburan Umum di Desa Sei. Buluh Kec. Manis Mata Kab. Ketapang wilayah Hukum Kalimantan Barat (Kalbar).

Tokoh masyarakat Adat Desa Sei. Buluh angkat bicara di Media Rajawalinews (RN) Minggu (25/07/21) Udun beserta warga Desa yang lainnya mengatakan bahwa,” Kami tidak mempunyai Kepala Desa lagi karena Kepala Desa (Kades) yang ada di Desa Sei. Buluh, selama ada permasalahan Kuburan Nenek Moyang Leluhur yang telah di gusur porakporandakan oleh PT. MSL dengan membabi buta. Selama kepemimpinannya Kades Lawan sari alias Acin belum pernah memberikan kontribusi untuk berupaya sedikit saja membela dan memberikan paham atau pemikiran kepada kami selaku warga binaannya. Kami selaku warga masyarakat Desa Sei. Buluh di buat seperti anak ayam tak mempunyai induk. Keluh kesah warga masyarakat Desa Sei. Buluh sudah cukup Ekstrim dengan penindasan, pengkhianatan dan penjaliman terhadap warga masyarakat Desa Sei. Buluh sudah cukup lengkap, kami harus mengadu kepada siapa lagi, mengadu kepada Kades kami sama saja menambah Beban Kesengsaraan, kami semua tak di respon dan di tanggapi, kita paham siapa yang di bina dan siapa yang di binasakan, tak lain tak bukan adalah masyarakat kecil miskin dan bodohlah yang dijadikan ajang santapan Korban kepentingan Politik sekejab, oposisi Praktis menghantam dan menggilas masyarakat lemah dengan Doktrin Etos, Intervensi politik jaman Jepang itulah pola Perusakan dan penggusuran Tanah Adat Ulayat dan Kuburan Pemakaman umum yang sangat memprihatinkan buat Kaum Duafa dalam Kesengsaraan, kelemahan, ketertindasan dan penderitaan secara permanen dari ulah kaum Investor atau Bos atau Cukong yang bergerak di perkebunan Kelapa sawit PT.MSL di Desa Sei. Buluh Kec.Manis Mata Ketapang Kalbar yang di ciptakan pihak manajemen PT.MSL, yang tidak berprikemanusian,” pungkasnya Udun dan Jajir tokoh putra Desa Sei. Buluh.*##(Yan)

Terpisah tegas ungkapnya, Jajir ‘’ Aktivis warga masyarakat Adat selaku ahliwaris pemilik Kuburan yang telah di garap dan telah di rusak tak bersisa atas kekejaman PT.MSL, masyarakat adat sudah mengkleim areal Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit PKS PT. MSL sejak tanggal 19 juli 2021 sampai dengan tanggal 25 juli 2021, sebelum ada penyelesaian dari pihak PT.MSL, Pabrik PKS PT. MSL tetap di tutup tidak bisa melakukan kegiatan Operasional. Mengenai kuburan makam leluhur yang sudah di garap, rusak dan sirna menyisakan tetesan dan tangisan tanpa air mata, kuburan yang Rusak berjumlah 38 (tiga puluh delapan) buah di Desa kami Sei. Buluh, bersama ini menuntut kepada Managemen PT.MSL di Desa Sei. Buluh Kec. Manis Mata harus melakukan pembayaran ritual secara adat istiadat sesuai dengan keputusan adat local Tanah Borneo Dayak Kalimantan, dimana bumi di tinjak disitu juga langit dijunjung. Jika perusahaan tidak bisa melakukan apa yang sudah kami sepakati untuk ganti rugi sebesar ± Rp. 168 juta/kuburan, maka kami selaku ahliwaris belum bisa membuka areal PKS PT.MSL yang kami pagar,”tegas pungkasnya Jajir .*## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here