PT.HSL Cargill Group Rampok Dan Garong Hutan Hak Adat Ulayat Di Manis Mata Kalbar,
Kebal Hukum Dan Anti Hukum

Kalimantan Barat Ketapang|| Media Rajawalinews.online

PT. HSL (Harapan Sawit Lestari) Cargill Group yang bergerak di investasi perkebunan Kelapa sawit yang bertitik kordinat di Kecamatan Manis Mata Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) terindikasi telah Ingkar Janji masalah Ganti Rugi Lahan kepada Masyarakat Dusun Bagan Kusik Desa Asam Besar Kec. Manis Mata terhadap sekian ratus KK. Perusahaan PT. HSL Cargill Group sudah ingkar janji dan membodohi masyarakat dengan janji-janji bersama warga masyarakat Adat Dusun Bagan Kusik khususnya. Sesuai dengan hasil Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) tanggal 14 April 2020 di kantor DPRD Kab. Ketapang. Pada tanggal 18 juli 2021 bahwa warga masyarakat Adat Dusun Bagan Kusik tak segan-segan lagi menghentikan Alat berat exsavator milik PT. KAP yang mengusur tanah Adat Hak Ulayat Dusun Bagan Kusik yang terletak di areal Bagan Kusik Esteta. BKE. PT. HSL Cargill Group, tuntutan warga masyarakat Adat belum juga diselesaikan oleh Perusahaan perkebunan Kelapa Sawit PT. HSL.

Diungkapkan Jajir pada RN minggu (18/07/21) “Kami masyarakat yang di ingkari dengan janji muluk Manajemen PT.HSL tak takut lagi” kata tokoh warga Dusun Bagan Kusik Sdr. Jajir dan itu selalu dikatakan oleh Ketua Komisi II ( dua ) DPRD Ketapang yang di pimpin langsung oleh Pak Uti Royden Top. Perusahaan PT.HSL Cargill Group jangan Ingkar Janji sama masyarakat Adat, sebelum dilakukan Pelaksanaan Tumbang Chipiping atau Replanting di wilayah tanah Adat Dusun Bagan Kusik, perusahaan PT.HSL harus melakukan Ganti Rugi Tanam Tumbuh(GRTT).”ujarnya lanjut Sdr Jajir kepada perusahaan PT.HSL. Saya memohon Rountable on Sustainable Palm Oil (RSPO), HAM, Penegak Hukum di Pusat dan Presiden RI dalam menindak kejahatan hak kemanusian dan lingkungan untuk ditindak tegas, kami masyarakat kecil selalu ditekan dan ditindas penguasa mengatasnamakan hukum merampas lahan hak adat ulayat pinjam pakai atas tanah adat kami yang dirampas dan dirampok PT. HSL di titik kordinat Dusun Bagan Kusik.

Untuk tuntutan ganti rugi lahan seluas 2.537 Ha, yang belum dibayar perusahaan sejak tahun1994 hingga 2021 ini, adanya kesepakatan tadi dalam RDPU di Gedung DPRD saat itu, berharap agar pihak perusahaan segera menyelesaikan persoalan dan segera memverifikasi data sesuai dengan batas waktu 10 hari yang telah ditentukan sesuai kesepakatan. Tapi sampai hari ini sesuai dengan adanya laporan perwakilan masyarakat Bagan Kusik belum ada verifikasi, bahkan Satlak maupun Satgas belum ada yang turun, mungkin mereka (perusahaan) lagi siap-siap data atau lain sebagainya, kami mengingatkan agar pihak PT.HSL jangan sampai ingkar janji terhadap kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan ganti rugi lahan. Sebab jika perusahaan ingkar janji dalam 10 hari kedepan, masyarakat akan demo dan menutup sementara area kosensi bermasalah perusahaan PT. HSL di Bagan Kusik sampai ada kejelasan dari PT.HSL Cargill Group yang merampok dan mengarong Hutan Hak adat ulayat di Manis Mata Kalbar yang
kebal hukum dan anti hukum,” tutur tutupnya Jajir. ‘’ Bersambung di Edisi berikutnya. *##(Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here