Endusan Dugaan Kades M. Haris Zona Korupsi BLT-DD. Mengarong Uang Hak Warga Miskin

Kalimantan Barat Sukadana KKU ‘-Media Rajawalinews.online

Endusan Potensi Dugaan kuat Kepala Desa Sejahtera Sukadana KKU Muhamad Haris Zona alias M.Haris Zona Garong dan Begal Uang Warga miskin dan kecil dari Bantuan Langsung Tunai – Dana Desa (BLT-DD) di Garong Kades Sejahtera, Pada Maret 2020 pandemi Corona Virus Disease-2019 (COVID-19) resmi dinyatakan masuk ke Indonesia. Sejak penyebarannya semakin meluas dan berkembang pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari DD atau disebut BLT-Dana Desa untuk mengurangi beban masyarakat miskin dan kecil antara lain di Desa Sejahtera Kec.Sukadana Kab.Kayong Utara (KKU) Kalimantan Barat (Kalbar) akibat COVID-19. Dari gerakan ‘’ Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) dan didukung Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), dari Pendataan minotoring Calon Penerima BLT- Dana Desa. Ini diharapkan dapat membantu terlaksananya pendataan dan penyaluran BLT-DD yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Namun sebaliknya tidak bisa terbantahkan penyalahgunaan wewenang untuk menggohet dan Mengarong Dana Desa, berbagai modus korupsi Dana Desa (DD) dalam perkembangannya rawan praktik korupsi. Berdasarkan hasil pemantauan Investigasi Tim Rajawalinews(RN), modus korupsi DD memiliki pola Manipulasi Data BLT, penyelewengan Dana untuk kepentingan pribadi dengan tekanan, penekanan dan intervensi bagi penerima BLT dengan pernyataan kalau tidak mau tanda tangan di atas materai tidak dapat bagian BLT, itulah yang terjadi di Desa Sejahtera Kec.Sukadana Kab.KKU yang di pimpin Kepala Desa (Kades) Muhamad Haris Zona.’’ Dengan daftar persetujuan penerimaan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Dusun Tanjung Gunung, setuju atau tidak setuju di bagi rata di Desa Sejahtera Tahun 2020 di dalam berita acara yang di tanda tangani serta di cap basah oleh Kades Sejahtera ‘’Muhamad Haris Zona alias M.Haris Zona pada tanggal 30 Mei 2020.’’
Tim RN Konfirmasi bersama Sekcam Sukadana KKU, Iwan Jum’at (16/07/21)yang mengatakan,”Saya coba hubungi Hendra selaku Kasi Pem Kecamatan, sebab saya orang baru di kantor Camat ini, yang lebih tau dan lama kerja disini Kasi Pem Hendra, sedangkan saya kadang-kadang berpaham dengan dia. Saat konfirmasi bersama Kasi Pem Hendra, dijelaskannya,”Dana BLT ada 2 tahap pada tahun 2020, pada Tahap. 1 bulan 1-3 sebesar Rp.600 ribu dan Tahap. 2 bulan 4-6 sebesar Rp.300 ribu dengan total Rp.2.7 juta/KK dan tidak ada pemotongan dan pengurangan, sesuai perintah dari pusat,”ujarnya Kasi Pem Hendra di ruang kerjanya Sekcam KKU-Sukadana.
Terpisah ditambahkan Narasumber berinisial M,”Kami masyarakat Desa Sejahtera menerima BLT tahap 1 pada hari rabu 29 juli 2020 sebesar Rp.300 rb, tahap 2 sebesar Rp.150 Rb. Semua tidak sama dengan arahan petunjuk dari Kementerian Sosial dari pusat dan tidak sama dengan Desa lain yang ada di Kecamatan Sukadana KKU, maka bersama ini saya sebagai warga masyarakat setempat meminta kepada penegak hukum untuk memeriksa Kades Sejahtera Muhamad Haris Zona atau M.Haris Zona yang mana Endusan dugaan kuat melakukan Manipulasi data BLT-DD secara langsung dan terang-terangan.

Diharapkan Inspektorat, Apip dan Tipikor Polres KKU beserta Kejari untuk melakukan pemeriksaan kepada Kades Sejahtera, yang mana merugikan masyarakat miskin dan kecil di dalam suasana covid-19 yang mencekam dan penuh penderitaan dalam kehidupan, namun Kades mengambil kesempatan dalam kesempitan di dalam suasana Pandemi saat ini untuk mengarong uang hak masyarakat kecil dan miskin.
Ada beberapa item kegiatan proyek dengan kata uang talangan untuk pembangunan yang mana tidak bermanfaat bagi kepentingan masyarakat yang terjadi pada tahun 2018-2019-2020. Dana talangan tersebut ditalangkan Kades dari dana BLT hingga Proyek Desa. Tim RN konfirmasi lanjut kepada Kades Sejahtera, namun hingga sampai saat ini tertutup dan bungkam, di chat wa tidak dibalas dan di bel tidak diangkat. *## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here