WRC “:GEROMBOLAN RAMPOK DANA CSR BANK JABAR BANTEN PURWAKARTA MASIH BERKELIARAN KPK DIDESAK BERTINDAK”

Purwakarta || Media Rajawalinews.online

Tangkap gerombolan sendikat Mafia Dana CSR Bank Jabar Purwakarta Jawa barat . Yang diduga kebal hukum , ucap Ali Sopyan, Sabtu 17/07/2021 Di Ruang kerjanya.

Ali Sopyan ,salah satu Anggota Lembaga DPP Watch Relatio of Corruption (WRC) mengendus adanya Dana CSR Bank BJB Yang jumlahnya mencapai miliaran rupiah di buat bancakan oleh gerombolan pejabat atau aparat salah satu intansi penegak hukum Purwakarta, Di duga
menerima bagian dana CSR RP. 200.0000.0000,- hal tersebutlah dapat di kata gorikan gerombolan sendikat koruptor maling berteriak maling di wilayah hukum Purwakarta,Tandas Ali Sopyan.

Di.katakan Ali, “Reformasi mental jajaran intansi pemerintah maupun aparat penegak hukum di wilayah Purwakarta belum berjalan, pasal nya dapat Kita lihat., dari dana CSR yang selama ini menjadi bancakan gerombolan sindikat oknum para pejabat, aparat atau penjahat yang g Menggorok dana CSR Bank BJB Purwakarta, ujar nya.

“Sudah makan gaji dari dana rakyat tetapi prilaku kinerja seperti srigala kelaparan hal semacam ini bukan lagi menjadi rahasia umum lagi, bahkan sudah menjadi pembicaraan di halayak ramai, tuturnya.

Ali Sopyan Devisi DPP Watch Relatin of Coruption (WRC), mendesak KPK untuk mengusut dana CSR Bank Jabar Banten PURWAKARTA .

Karena dalam penggunaan dana CSR tersebut di belikan Castor Bak Sampah,wastapel, tempat pencucian tangan,
“Hal tersebut banyak menimbulkan pertanyaan di kalangan publik dan Awak Media serta LSM.
Pemberantasan korupsi di wilayah Kabupaten Purwakarta nyaris tidak terdengar , para oknum dan sindikat koruptor tumbuh subur bak jamur di musim hujan, akibat minimnya gerombolan Koruputor yang tertangkap KPK,beber Ali Sopyan Yang Juga Pimpinan Umum Media Rajawali Gruop.
Ironisnya Ikatan Wartawan OnLine Indonesia (IWO INDONESIA) mendatangi Kantor BANK JABAR BANTEN Purwakarta pada Rabu (24/3/2021), Sambung Ali Sopyan, “Kedatangan IWO INDONESIA tidak lain mempertanyakan tindak lanjut Surat yang disampaikan IWO INDONESIA ke pihak BANK JABAR tersebut,

“Isi surat yang disampaikan berkaitan dengan dengan konfirmasi penggunaan penggelontoran anggaran CSR BJB.

“Selain itu Juga mempertanyakan terkait kerugian nasabah BANK JABAR sebesar Rp. 10 juta rupiah akibat ATM milik korban bernama Rina Ketelan mesin ATM di lingkungan Perum Oesman Singawinata”

Namun pihak BANK JABAR dinilai terindikasi tidak kooperatif atas maksud dan tujuan kedatangan IWO INDONESIA sehingga berita ini naik kepermukaan apa adanya, tukas Ali Sopyan.

“Sangat di sayangkan hanya satpan-satpam BANK JABAR saja yang bergantian mendengar maksud dan tujuan kedatangan IWO INDONESIA terkait mempertanyakan tindak lanjut surat yang sudah di sampaikan ke pihak BANK JABAR.

Dan Kami Patut menduga pihak BANK JABAR menganggap sepele, padahal kedatangan IWO INDONESIA sebagai sosial kontrol untuk memberikan koreksi, juga untuk kebaikan kredibilitas kepercayaan kepada nasabah dan publik terkait kejadian yang dialami Rina sebagai NASABAH yang di rugikan,

“Jika pihak BANK JABAR tidak menanggapi keluhan NASABAH maka diduga tidak menutup kemungkinan publik akan berhati-hati untuk menabung di BANK JABAR BANTEN karena tidak ada kepastian JAMINAN, Tandas Wakil Ketua Umum Iwo Indonesia.

Selain itu, Ridho Sebagai DPD IWO INDONESIA akan melakukan Audensi ke DPRD PURWAKARTA, mengenai Dana CSR yang di gelontorkan ke pihak instansi,

yang sampai saat ini tidak di gubris kan pihak BJB.

Lanjut Ridho “Kami akan menyikapi untuk keluhan nasabah yang sudah jelas di rugikan pihak BJB,dengan uang Rp.10.000.000.00,yang di duga keras tidak mau ganti rugi, tutup Rido.

Tim awak media pernah mengkonfirmasi Wakil Gubernur Jawa barat, Urzanul Ulum yang akrab disapa kang UU, beberapa bulan Lalu.
UU mengatakan sebaik pihak BJB khusus di Wilayah Purwakarta Provinsi Jawa barat, harus menjawab dan menjelaskan apa yang di pertanyakan oleh pihak-pihak yang merasa di rugikan atau membutuhkan informasi yang jelas, karena BJB adalah salah satu perbankan besar yang dipercaya oleh masyarakat, dan sebaiknya kooperatif agar tidak menimbulkan rasa tidak percaya terhadap kredibilitas dan kemanan pada nasabahnya, ucap Wagub Jabar, Kang UU.

Sampai berita ini di publikasikan belum berhasil konfirmasi ke pihak Yogi S sebagai kepala cabang BJB Purwakarta,Bersambung ke edisi selanjutnya. (SS/TEAM PEMBURU FAKTA WRC,)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here