Waduh,,Jenazah Positif Covid-19, Di Perumahan Grahanadia Sukatani, Di Eksekusi Warga, APD nya Memakai Jas Hujan

Kabupaten Bekasi – Media Rajawalinews.online

Terjadi kembali di duga ketidaksiapan para petugas tenaga kesehatan ( Nakes) dari Gugus tugas Puskesmas Sukatani Kabupaten Bekasi dalam penanganan pemusalaran jenazah positif Covid-19 di Perumahan Grahanadia Desa Sukamulya Kecamatan Sukatani Kabupaten Bekasi.

Rahmat ( 40 thn) salah satu warga perumahan Grahanadia yang sebelumnya sudah di nyatakan positif terkonfirmasi Virus Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri dan akhir meninggal pada hari Senin 12/07/2021.

Dalam pantuan awak media di tempat kejadian perkara (TKP), Mereka yang mengangkat Jenazah Rahmat 40 thn, warga Prumahan Graha Nadia Sukamulya hanya dengan menggunakan alat Pelindung diri dengan menggunakan jas hujan yang di beli dari Alfa Midi begitu juga dengan Peti jenazah keluarga Almarhum Rahmat harus merogoh kantong sendiri karena tidak ada Bantuan dari Gugus tugas PPKM MIKRO kecamatan Sukatani ucap keterangan dari Rt setempat, Senin 12/07/2021.

Edi Ketua RT setempat menjelaskan, “Jenazah Rahmat rencananya akan di makamkan di Kampung Muhara RT.002/001 Rangkasbitung Kabupaten Lebak Propinsi Banten, itu permintaan dari pihak keluarga,kata Rt Edi.

“Ada dua orang Pihak Nakes ( bidan desa) Pukesmas yang datang dan mengecek dan pak Rahmat di nyatakan meninggal dunia sekitar setengah jam yang lalu,
” Dan sangat kami sesalkan, seharusnya pihak Puskesmas melepas selang oksigen dan infus yang ada di almarhum, tapi ini di biarkan, Klo dari pihak Gugus tugas tingkat Desa Alhamdulillah sudah datang baik dari Kadusnya, Babinsa, Bimaspol, saya sebagai RT sudah melaporkan ke pihak gugus tugas Desa Sukamulya,ujar Edi.
” Kami kembali menyesalkan dengan adanya jenazah yang memnag sudah terpapar covid-19 seharusnya penanganannya memakai APD, dengan tidak ada nya Alat Pelindung Diri (APD ) dari pihak Puskesmas Sukatani akhirnya kami dan warga perumahan Grahanadia berinisiatif membeli Jas hujan di Alfamidi sebagai pengganti APD dan waga yang mengesekusi jenazah pak Rahmat, dan untuk peti mati pun kami patungan bersama warga perumahan Grahanadia karena jenazah langsung di bawa ke Rangkasbitung, sambung Edi.
” Sebenarnya banyak yang disesalkan hari ini, dari ketidaksiapan dan kurang profesionalnya tim Gugus tugas Puskesmas Sukatani, dari pihak Puskesmas sampai saat ini tidak ada tindak lanjut penanganan terhadap anak istrinya kan mereka yang lebih paham seperti melakukan Swab, dan ini yang sangat saya sesalkan sebagai RT, jelas Edi.

Lewat pesan watssap awak media Rajawalinews mengkonfirmasi Dr.Yuda selaku Kepala Puskesmas Sukatani,

” Itu yg di Graha Nadia.. tadi Nakes ( tenaga kesehatan) kita sudah kesana untuk cek kematian.. dah juga sudah di infokan APD bisa diambil di PONED”

“dr.jaga Jaga sudah saya minta hubungi Dinas Pemakaman”

Ya dr.UGD juga sudah hubungi Dinas Pemakaman, dan saya juga sudah minta kirim kan no Dinas Pemakaman ke pak RT”,
“Kebetulan saya saat ini sakit.. ada aja masalah”.

“Saya kirim nakes 2 orang, perawat dan Bidan Desa kata Dr.Yuda, Senin 12/07/2021.

Disinggung terkait APD pakai Jas Hujan??

Dr. Yuda menjawab “Ga tau bang.. saya sudah infokan.
“Mungkin karena dari RT bilang ada dari pihak RSUD.. jadi mereka ga ke Puskesmas lagi,ucap dr.Yuda.

“Saya juga sudah kordinasi dengan dr, di Puskesmas, Bidan Desa dan perawat,
Dari kemarin kita juga sudah fasilitasi oksigen, terang Dr.Yuda.

Warga Perumahan Grahanadia pertama di lakukan Swab pada Jumat 03/07/2021,dan termasuk Almarhum Rahmat yang menyusul Swab di RS Kasih insani, sebanyak 16 orang, warga yang terpapar covid-19, meninggal 1 orang,yang sembuh 10 orang 5 orang masih proses pengobatan dengan Isoman.( SS).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here