Sisa Limbah PKS PT.LAB Berbau Busuk Cemari Lingkungan Masyarakat Sandai “Pemda Diam”

Kalimantan Barat, Ketapang ‘’- Media RajawaliNews.online”

Limbah sisa Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) membuat Resah masyarakat akibat bau busuk yang berasal dari limbah PKS PT. Lanang Agro Bersatu (LAB) Palm Oil Mill di Kecamatan Sandai Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar). Kamis (08/07/21). Tim RajawaliNews (RN) investigasi berdasarkan laporan warga setempat yang mengatakan ada perusahaan beroperasi tidak jauh dari pemukiman warga dan mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, ini cukup mengganggu keberlangsungan kehidupan masyarakat lingkungan sekitarnya.
Sangat disayangkan kenapa pemerintah mengeluarkan izin terhadap pabrik pengelolaan kepala sawit milik PT. LAB, lokasinya sangat dekat dengan pemukiman masyarakat dan sekolah tempat anak-anak menimba ilmu sehingga menganggu pelajaran anak-anak dengan bau Busuk limbah PKS PT.LAB. Terkait soal perizinan, Izin apa saja yang sudah dikeluarkan dan kenapa ada warga yang mengeluh soal limbah sangat berbau busuk, semua intansi terkait diam dan bisu, ada apa dengan pencemaran sisa pengolahan PKS TBS PT.LAB di tengah lingkungan Kec.Sandai tidak ditindaklanjuti? Itu menjadi sebuah evaluasi untuk ke depan.


Izin yang dikeluarkan itu apakah sesuai aplikasinya dan limbah tersebut apakah sudah sesuai baku mutu? soal adanya pencemaran udara dan lingkungan, bau limbah sawit yang dihasilkan oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) sudah semakin parah dan sangat menganggu kehidupan masyarakat Kec. Sandai.
Awak RN. Konfirmasi adanya pencemaran Lingkungan Hidup dengan sisa PKS PT.LAB di katakan Iwan warga Tokoh setempat,” Limbah pengolahan sisa Sawit PT.LAB tercium sampai kepemukiman kami disini. Bau limbahnya sangat mengganggu kami, ini merupakan pencemaran udara. Kami harap ini bisa di tanggulangi bagaimanapun caranya, jujur kita merasa sangat terganggu kalau di musim penghujan tidak seberapa tapi kalau di musim kemarau Baunya sangat menggangu kehidupan masyarakat Kec. Sandai. Pencemaran lingkungan sisa limbah PKS yang sangat berbau ini harus di tanggulangi dan di tindak lanjuti seperti apa izin dan pemberi ijin terutama Pemerintah Daerah harus bisa mengambil langkah serta tindakan pencemaran lingkungan dengan Bau Limbah sangat menyengat menganggu kehidupan kami,” ujarnya Iwan tokoh warga setempat.
Terpisah disampaikan Satpam penjaga pintu masuk PT.LAB,” Limbah kolam di belakang ada 8 Kolam penampungan Limbah sisa PKS TBS, saat ini limbah tersebut di jual dan ada tukang belinya limbah tersebut. Kolam penampungan limbah yang berbau busuk sudah 3 tahun lamanya. Tim RN mendesak agar bisa konfirmasi bersama Humas dan stap direktur PT.LAB ikwal pencemaran lingkungan dengan Limbah berbau busuk, namun ditegaskan Satpam penjaga pintu masuk,” Humas dan staf bos tidak ada di tempat,” pungkasnya Satpam penjaga pintu masuk PT.LAB.
Pencemaran lingkungan hidup menurut Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan. Pada dasarnya setiap orang yang melakukan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup wajib melakukan penanggulangan pencemaran dan/atau kerusakan serta melakukan pemulihan lingkungan hidup. Di tengah lingkungan masyarakat PKS PT.LAB, pencemaran lingkungan dengan bau sangat menyengat, PT.LAB dan Oknum Pemerintah tau namun seolah-olah tidak tau. Pembiaran bekerjasama dengan Limbah berbau busuk, di jual untuk sebuah kepentingan Pribadi dan Kelompok masyarakat tinggal menderita menghirup bau Busuk sisa Limbah PKS PT.LAB. Sisa limbah PKS PT.LAB berbau busuk cemari lingkungan masyarakat Sandai, Pemda diam dan membisu, Ada apa? *## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here