Modus Korupsi Proyek PL Dinas Perkim-LH bersama Kontraktor CV. Sakti Betuah Raye

Kalimantan Barat- Ketapang ‘|| Media RajawaliNews.online

Sakral Skandal korupsi pembangunan Jalan Lingkungan di tingkat RT/RW modus operandi dalam melancarkan menggarong dan Maling duit negara, menjadi tabir pembuka dugaan maraknya permainan proyek di Dinas Perumahan Rakyat,Kawasan Pemukiman Dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) dengan nomor SPK: 602/053/PPK.2 APBD/PERKIMLH-B/2021.

Korupsi di sektor infrastruktur menyangkut proyek strategis dan penting bagi masyarakat kecil dan miskin. “Di tengah keinginan pemerintah untuk memberikan pelayanan publik yang lebih baik dengan meningkatkan pembangunan infrastuktur jalan, jembatan, bendungan dan proyek pertanian di sektor pertanian untuk kemakmuran masyarakat kecil dan miskin. Korupsi yang dilakukan dalam Proyek PL sangat merugikan masyarakat miskin dan kecil pasalnya proyek PL lanjutan pembangunan jalan Lingkungan Gang. Hj.Hamimah RT.09/RW.03 Kelurahan Kauman Kec.Benua Kayong Kab.Ketapang Kalimantan Barat belum apa-apa sudah rusak dan patah-patah.
Modus Korupsi Anggaran Proyek Konstruksi, korupsi (selanjutnya disebut Tipikor) adalah suatu perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi dengan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara modus korupsi, salah satunya proyek PL yang mana asal Kerja dan asal-asalan dalam Pekerjaan maupun fisik proyek Rambat Beton dalam Disaennya banyak pasir sedikit semen dan tidak menggunakan Batu dalam campuran pelaksanaan kegiatan proyek Rambat beton tersebut, inilah proyek pembodohan masyarakat dalam menghalalkan Duit Haram dengan Modus Proyek Mark-Up atau Proyek Ladang Korupsi Modus Proyek PL di Dinas Perkim-LH dengan fakta invetigasi. Tim Media Rajawalinews (RN) Invetigasi kelapangan benar adanya ditemukan proyek PL sudah patah dan Retak-retak serta jembatan satu paket dengan proyek tersebut menggunakan bahan kayu Ulin jenis tipe bahan C kayu retak dan buruk berlobang seperti yang ditemukan tim RN.
Berbagai bentuk korupsi sudah lazim dilakukan di lingkungan instansi pemerintah daerah, APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) serta bekerjasama dengan pihak ketiga. Dapat disimpulkan proyek Modus Penunjukan Langsung (PL) sebagai modus korupsi Proyek PL dan Jembatan menggunakan kayu ulin jenis bahan kayu C Retak, berbuku dan pecah.
Terpisah diungkapkan Jumadi aktivis putra anak Ketapang menegaskan pada Media RN. Senin (12/07/21),” Dengan adanya temuan proyek milik Dinas Perkim-LH Kab.Ketapang, proyek PL tersebut sudah mengalami kerusakan dan patah-patah disebabkan kurangnya semen dan kebanyakan pasir akibat kurangnya pengawasan dari Dinas Perkim-LH. Ditegaskannya lebih jauh,” Bilamana proyek Rambat Beton – Jembatan di Gang.Hamimah Kelurahan Kauman RT.09 bisa dicairkan 100%, jelas Modus Operandi Maling dan Garong antara Pelaksana CV. Sakti Betuah Raye dan PA, PPK dan PPTK serta PPHP bermain untuk maling dan Garong uang Negara jenis Modus proyek PL,” tegasnya Jumadi pada awak Tim Media RN.*## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here