Disinyalir RSUD Dr. Agoes Djam dan Dinkes Terhembus Mafia Uang Negara lewat Dana Bisnis Covid-19

Kalimantan Barat Ketapang – Media RajawaliNews.online

Membongkar Dugaan praktek mafia rumah sakit yang memanfaatkan pandemi Covid-19 Istilah lain OTG (Orang Tanpa Gejala), PDP (Pasien dalam Pengawasan), ODP (Orang dalam Pemantauan), hingga meninggal sakit di tuding Covid.19, mensinyalir sebuah perumpamaan untuk meraih keuntungan. Pasalnya, RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Dr. AgoesDjam Kab.Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar) mengklaim adanya indikasi pasien dengan penyakit penderita Covid-19. Investigasi RajawaliNews (RN) modus baru Rumah Sakit (RS) melihat peluang celah Mafia atau membegal uang negara.”Mafia kasus yang mencovidkan orang tersebut sudah marak dan ramai bermunculan di berbagai media Jejaring sosial.

Disinyalir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Agoesdjam Ketapang acap memvonis semua pasien yang meninggal dengan status Covid agar mendapatkan kucuran anggaran dari Pemerintah. Hal ini menjadi pandangan, khususnya pemerintah untuk disikapi dan ditindak lanjuti oleh petinggi penegak hukum di Bareskrim Mabes Polri, KPK dan HAM di Pusat. “Seyokyanya harus ada tindakan serius agar isu Pro dan Kontra yang menimbulkan keresahan di kalangan khalayak masyarakat segera tertangani dengan Hotspot Uraian Mendeteksi Neoplasia Skrinning Justifikasi benar katakan benar, salah katakan salah. Dengan adanya Mafia Mengcovidkan orang.

Endusan fenomena Rumah Sakit dalam mencovidkan orang yang jumlahnya tidak sedikit. Sebab biaya perawatan pasien infeksi virus corona bernilai cukup mengiurkan para oknum mafia dalam Spesialisnya mencovidkan ratusan orang, bisa dihitung berapa banyak rupiah negara yang mereka Begal dan Rampok di tengah pandemi Covid 19, yang menjadi striming Gejala fenomenal kala ini. Semoga Pelayanan Terbaik RS menjalin satu untuk bersama menjadi rujukan untuk Antisipasi Corona. RS diharapkan dapat mempertahankan mutu pelayanan yang berbasis keselamatan pasien dan keselamatan petugas dengan tidak melakukan kecurangan di dalam pengajuan klaim pasien, tetap menjaga jarak selalu cuci tangan dan petugasnya memakai APD sesuai petunjuk.

Bu Nuning selaku staf RSUD Dr. Agoesdjam menuturkan kepada Awak RN pada Jumat (02/07/21),”Saya hanya staf pak, kalau bapak mau tau konfirmasi saja ke Gugus di Dinas Kesehatan. Awak RN mempertanyakan,” Siapa Kepala Dinas Kesehatan? ”Pak Rustami Kepala Dinas Kesehatan saat ini. RN mempertanyakan lebih jauh, “Berapa anggaran dana untuk vaksinnya? “Kami nggak ada dana vaksin pak, bapak tanya aja kepada Ketua Gugusnya ya Pak dan konfirmasi lewat via seluler terputus.

Terpisah awak RN lanjut konfirmasi bersama Ibu Basaria,” bagaimana keadaan Rumah Sakit Agoedjam saat ini Bu, tentram damai bu? “Ya… saat ini keadaan masih terkendali, makanya kita masih bertahan di posisi zona kuning,”papar Ibu Basaria. Awak RN lanjut mempertanyakan,”Untuk sumber dana untuk cek n ricek dalam kesehatan maupun rooling di setiap Kecamatan, berapa besar Bu Basaria itu Dana atau Bajetnya? “O…itu kita Nggak tau pak, soal itu saya nggak sampai kesana. Saya hanya tau bagaimana penanganannya, sistemnya saya bagian penanganannya,”tutupnya Ibu Basaria.
Disinyalir RSUD Dr. Agoes Djam dan Dinkes terhembus mafia uang negara lewat dana bisnis Covid-19, berapa besar rupiah untuk biaya operasional pencegahan dan penularan serta pembiayaan untuk korban yang meninggal dunia terpapar Covid-19 yang hingga saat ini menjadi story kontroversial.*## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here