Kembali Berulah Disparbud Proyek Jalan Pantai Air Mati Permai Asal Jadi

Kalimantan Barat Ketapang – Media Rajawalinews.Online ‘

Pekerjaan Jalan Terkesan Asal Jadi, Warga Pertanyakan Mutu dan Kualitas Pembangunan Akses Objek jalan Pantai Air Mati Permai di Desa Sungai Awan Kanan Kec.Muara Pawan Kab.Ketapang Kalimantan Barat ( Kalbar) mengeluhkan ketidak becusan proyek jalan yang tidak bermutu dan berkualitas pekerjaan yang ada, saat ini program Pemkab dibidang infrastruktur nampaknya belum terealisasi dengan baik.


Pasalnya, masih banyak terdapat beberapa proyek infrastruktur di Kab Ketapang Kalbar. Jalan Lingkungan apa lagi ini jalan Akses Pariwisata Pantai yang mutu dan kualitasnya jauh dari kata baik. Salah satunya peningkatan jalan penghubung ke pantai, proyek Pemerintah Daerah melalui instansi terkait milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dengan Nomor SPK Kontrak : 430/005/SPK/DISPARBUD/2021, Pelaksana CV. Serompang Jaya. Kembali berulah lagi Disparbud proyek jalan pantai air mati permai asal jadi yang menjadi momok Gurita di dalam pembangunan mengatasnamakan Pariwisata. Contoh seperti Proyek Rumah Adat Melayu (RAM) dan Proyek Penunjang Akses Jalan Pantai Air mata Permai. Objek fakta mengatakan Gurita dan momok merusak ketatanan Pemerintah dalam kemanfaatan Aliran Keuangan Negara yang tidak Relevan serta ketidak profesionalan dalam pungsi dan azas manfaat keuangan Negara yang mubazir serta tidak tepat sasaran.
Jamaludin warga setempat mengungkapkan kekecewaannya pada awak Media RajawaliNews (RN) jum’at (02/07/21),” Dengan pengerjaan proyek PL (Penunjukan Langsung) yang ada ini terkesan mengecewakan pengunjung dan banyak rekan-rekan pengunjung lainnya harus putar balik karena kondisi jalan becek berlumpur sehingga pengunjung lain kecewa,” timpalnya Jamaludin.’’
Para warga kali lima Usaha Kecil Menengah (UKM) Pemilik warung di tepian Pantai Air Mata Permai sebut namanya Salim menyampaikan,” Kita sebagai pemilik Warung kali lima di pantai ini, kami di sini sangat Merasa kecewa dengan keadaan jalan yang demikian sehingga sepi pengunjung dan pengunjung banyak yang jalan kaki akibat jalan becek berlumpur. Imbas serta dampaknya ke kita akibat Akses Jalan dikerjakan Asal-asalan tersebut.” Ujarnya. Lanjut dikatakan warga setempat Agus yang memberikan tanggapan terkait pengerjaan jalan yang terkesan asal jadi ,” Ya.. proyek jalan ini sudah selesai di perkirakan pengerjaannya kurang lebih satu minggu lah,” pungkasnya Agus.
Dengan keberadaan proyek jalan menuju pantai menjadi momok masyarakat, para pengunjung dan masyarakat setempat merasa sangat kecewa dengan proyek jalan milik Disparbud. Kekecewaan terhadap mutu dan kualitas jalan yang menghubungkan jalan lingkungan ke pantai yang Disinyalir di nilai asal jadi dan asal –asalan kerja, seperti apa PPHP bisa mengatakan proyek tersebut bagus dan baik 100%, ini proyek ilustrasi Jurang nista, Proyek khayalan semu. *## (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here