LAPORAN RESMI INDIKATOR KORUPSI PROYEK RAM DI RESPON KEJARI KETAPANG “SEGERA DIUNGKAP”
Ketapang Kalbar ‘Media Rajawalinews .online

Kesekian kalinya pemberitaan indikator Proyek Rumah Adat Melayu (RAM) di RT. 14 Kel. Mulia Kerta Kec. Benua Kayong Kab. Ketapang Kalimantan Barat (Kalbar), proyek tahun 2019 bersumber APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) senilai Rp.1.435.450.000. pelaksana CV. Cahaya Mulia Pratama, Pemilik kegiatan Proyek Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ketapang. Disinyalir Kepala Dinas sebagai PA ( Pengguna Anggaran) dan juga pegang peran Rangkap Jabatan sebagai PPK. Berlanjut lagi proyek babak 2 (Dua) dianggarkan lagi pada tahun 2020 sebesar ±Rp 938.535.000 untuk Pembangunan Tiang pancang beserta Pondasi sebanyak 40 titik pondasi pada pembangunan tahap 2. Proyek RAM Terindikator Korupsi dari tahap Perencanaan hingga pelaksanaanya secara sistematis korupsi sisteming berjema’ah dalam pelaksanaan pengadaan proyek RAM korupsi pengadaan satu barang/Jasa dari iteam dan Volume adanya penghilangan pengadaan dan merekayasa hasil pekerjaan yang bernilai cukup besar.

Dengan hasil bentuknya ada namun hasil tidak optimal, Kompleks dengan Desain tidak sama dengan pengadaan di dalam dokumen kontrak dana sebesar ± Rp 2 Milyar. Kualitas fisik dari tahapan pengadaan barang/jasa dan pelaksanaanya, terindikasi bentuk potensi pengarahan penyimpangan, disinyalir dugaan kuat Korupsi dari RAB bersifat mengada-ada, terindikator proyek RAM dari proses penganggaran sebelumnya berkaitan dengan system penganggaran, adanya potensi Admitrasi Estimasi Penggelembungan anggaran (biaya, volume, bahan dan kualitas berkaitan dengan system penganggaran), Pengadaan barang/jasa mengarah rekayasa proyek Korupsi sisteamatis berbentuk pengadaan fisik proyek Mark-Up berpotensi proyek ladang Korupsi mengacu kepada KAK (Kerangka Acuan Kerja)

Tim Kordinator Liputan Kalimantan RN Rabu, (16/6/21) berkordinasi serta konfirmasi sekaligus melaporkan Dugaan Korupsi Proyek Rumah Adat Melayu (RAM) kegiatan proyek PL dan Lelang Dinas Pariwisata Kab. Ketapang bersama Ujung Tombak Kejari Ketapang ‘’ Kasi Intel Kejari’’ Fajar Yulianto, SH yang merespon baik atas laporan Tim Kordinator Liputan RN dan mengatakan,”Laporan ini akan kita tindak lanjuti dan apabila ada indikasi perbuatan melawan hukum atau tindak pidana korupsi maka akan kita naikkan ke tingkat penyelidikan dan seterusnya. Terpisah dikatakannya,” Dalam pencegahan para pelaku korupsi yang ditangani Pemerintah, bilamana semuanya mengarah pada tindak pidana korupsi, maka kita tidak akan segan-segan dalam menindaknya, siapapun dia pasti akan kita ringkus.”pungkasnya Kasi Intel Kejari Fajar Yulianto,SH di ruang kerjanya.

Pengadaan fisik proyek penuh kesan yang memprihatinkan dengan anggaran yang besar namun hasilnya tidak berdasarkan daripada pengadaan barang/jasa. RN konfirmasi bersama Drs.Yulianus namun tidak bisa di konfirmasi. Awak RN konfirmasi dengan surat dengan No: 03/Media Rajawalinews/Ktp-Kalbar/VI/2021, semua item konfirmasi ada sebanyak 5 (Lima) Item, tapi konfirmasi tidak di respon dan tidak di jawab. Di duga Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Drs.Yulianus elergi bersama wartawan dan terindikasi dugaan sengaja menutup-nutupi proyek potensi Korupsi. Terendus dugaan dibalik korupsi proyek RAM ada oknum sebagai Becking dan mengebeck kejahatan luarbiasa ini sehingga terendus Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kebal hukum dan Anti hukum, dibalik aksinya menghantam keuangan negara modus Proyek RAM. Diharap Tim Piksus Kejari, Kejati dan Kejagung serta Tipikor Polda dan Mabes polri untuk segera periksa proyek bentuk rumah adat se-Kab. Ketapang yang sarat akan permasalahan, proyek Mark-Up potensi proyek Ladang Korupsi. Periksa dan tangkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Ketapang, agar keuangan negara untuk proyek rumah adat terungkap siapa aktor di balik korupsi kejahatan luarbiasa yang bersifat sopan dan santun namun dia adalah seorang oknum penjahat intelektual yang merugikan keuangan negara untuk kepentingan rakyat kecil dan miskin dengan kucuran dana yang fantastis yang telah dianggarkan dari proyek bentuk tender dan PL sejak TA. 2018 – 2020. Laporan resmi indikator korupsi proyek RAM telah di respon Kejari Ketapang dan akan segera diungkap kebenarannya. “Tim Pemburu fakta dan Berita. **# (Yan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here