Kabupaten Bekasi – Media rajawalinews.online

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Kepala Desa Srimahi Kecamatan Tambun Utara Kabupaten Bekasi Jawa Barat, terus bergulir akan segera disidangkan dan hanya menunggu penetapan sidang Pengadilan Negeri, setelah hampir 6 bulan lebih di tangani oleh Polres Metro Kabupaten Bekasi.

Hal itu dikatakan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Cikarang Kabupaten Bekasi, Taufik Akbar saat dikonfirmasi wartawan, Senin (14/6/2021).

“Pihak kepolisian sudah melimpahkan kasusnya dan kita sudah melimpahkan ke pengadilan, Tinggal tunggu penetapan sidang Pengadilan Negeri”, kata Taufik Akbar.

Lebih lanjut kata Taufik Akbar, Bahwa dakwaan yang dilimpahkan pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Untuk diketahui, Kepala Desa Srimahi, Sudarto, diduga melaukan penganiayaan pemukulan terhadap warganya yang bernama Roin dengan menggunakan helm beberapa bulan lalu, setelah di tangani Polres Metro Kabupaten Bekasi dan naik ke Kejaksaan tinggal nunggu persidangan.

Tak terima dianiaya Kades, Roin Bin Saman warga yang menjadi korban pemukulan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Bekasi Kabupaten pada tanggal 9 Nopember 2020 dengan Laporan Polisi Nomor : LP./1189/833 -SPKT / K/XI / 2020 / Restro Bekasi.

Awal mula kejadian pada saat itu Roin mencari tukang Gerabak dirumahnya.

“Namun kata istri tukang Gerabak, suaminya sedang berada dibelakang, pas saya sampe kesitu (belakang Red), tukang Gerabak sedang melihat orang yang sedang membuat Turap, dia bilang kalo bikin turap seperti ini, dia kebanjiran rumahnya, ya saya juga bilang rumah saya juga bakal kebanjiran, kalo dikecilkan seperti itu,” kata Roin beberapa bulan lalu.

“Pada saat itu kebetulan ada RW Ratim dilokasi tersebut kemudian saya bilang ke RW, Mamang gimana jadi pegawe, ada orang kerja seperti itu ko di biarkan dan RW pun menjawab jika dirinya juga tidak tahu soal pembuatan turap tersebut, kemudian saya pun bergegas pulang kerumah saya,” ungkapnya.

Setelah berada dirumah, beberapa menit kemudian Roin dijemput oleh RW diminta untuk kerumah Kades Srimahi yang berlokasi Kampung Alas Malang RT 03 RW 02 Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara.

Sesampainya di rumah Kepala Desa, Kepala Desa langsung memaki–maki Roin dengan kata-kata yang tidak pantas sambil memukul dengan menggunakan helm.

‘Anjing luh emang gua ancam udah lama luh, gua mau matiin luh’, ucapan Kades yang di kutip Roin pada saat dirinya dimaki dan dipukuli dengan helm berwarna merah hingga empat kali yang mengenai pipi dan telinganya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here