BEKASI, Rajawalinews – H. Eka Supria Atmaja, Bupati Bekasi menerangkan terkait anggaran Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun anggaran 2021, tidak ada pemangkasan.

Menurutnya, program Rutilahu yang saat ini menjadi program Bekasi Bedah Nata Rumah (Bebenah), Bupati Bekasi malah menambahkan anggaran.

“Program Rutilahu saat ini namanya menjadi Program Bebenah sebanyak 5000 Rumah, dengan nominal yang tadinya 15 Juta pada program Rutilahu, setelah Bebenah menjadi 20 Juta per Rumah,” ungkapnya. Rabu (9/6) di seputar Komplek perkantoran Pemda Bekasi.

Ketika disinggung mengenai pemangkasan anggaran Rutilahu untuk refocusing, Eka menyangkal hal tersebut. “Gak ada anggaran Rutilahu untuk refocusing,”ucapnya.

Sebelumya, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Bekasi telah mengeluarkan surat kepada seluruh kepala desa penerima bantuan sosial Rutilahu Se-Kabupaten Bekasi pada 11 Mei 2021. Dengan Nomor : 653/732/Disperkimtan/V/2021 Perihal Pemberitahuan.

Isi surat tersebut, Menindaklanjuti surat Bupati Bekasi Nomor : 900/1671/BPKD tanggal 28 April 2021 Perihal Pendanaan Kegiatan Terhutang dan Penanganan Covid-19.

“Sayakan belum melihat secara fisik, ini hanya teori yang diusulkan, nanti saya akan panggil Korfas dan TFL, mana yang dibutuhkan dulu. Sekarang kan ditunda dulu karena ada Refocusing, saya lagi fokus kepada pembayaran yang terhutang E-Katalog. Besok saya akan punya konsultan yang akan saya turunkan di 23 kecamatan untuk pendataan survai Rumah Tidak Layak Huni, nantinya saya punya aplikasi mana rumah yang didahulukan. Saya akan ekspose melalui Bupati,”kata Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Cecep Suparto, kemarin Selasa (8/6/2021).

Sangat membingungkan, pemerintah Kabupaten Bekasi tidak bisa memberikan kepastian untuk masyarakat, terkait program Rutilahu atau yang saat ini menjadi program Bebenah. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here