Purwakarta, Rajawalinews – Ditengah menurunnya kepercayaan masyarakat tentang Pemberantasan korupsi di negeri ini, sudah saatnya para pembuat kebijakan dan pelaksananya semakin tanggap melalui transparansi anggaran. Hal ini sangat penting guna menghindari terjadinya penyelewengan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Seperti halnya proyek jaling Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Desa Cikopo dan Desa Cibodas Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat. Saat beberapa media menelusuri ke lokasi, warga setempat ketika ditanya perihal proyek Jalan Lingkungan (Jaling) tersebut tidak ada yang tahu.

Sumber Dananya dari mana, hanya saja masyarakat yang di depan Jaling mengetahui waktu pelaksanaan Pekerjaan sudah 2 minggu kerja, menjelaskan kepada media.

Untuk konfirmasi lebih lanjut, Bagus Setiawan selaku pejabat sementara (Pjs) Desa Cikopo satu dari dua desa yang mendapatkan perbaikan Jaling tersebut. “Anggaran kalo ga salah kurang lebih 600 jutaan, mengenai berapa termin dan lain-lain saya belum bisa karena saya belum ketemu dengan pak iwan sebagai pendamping kabupaten”, ungkap Bagus Setiawan saat di konfirmasi di ruang desa, Kamis(03/06).

Sementara mengenai hal lain yang berkaitan dengan kegiatan proyek tersebut Bagus mengatakan dari pihak desa hanya sebatas sebagai pengawas.

“Setau saya Desa hanya dilibatkan sebagai pengawas, kebetulan saya juga baru menjabat jadi Pjs disini jadi belum bisa memberikan keterangan lebih banyak, intinya nanti koordinasikan dulu sama pak Iwan dan pendamping dari provinsi”, ucapnya.

Agus selaku kadus 3, Saat di Wawancarai, kamis 3/6/21 lokasi menjelaskan, Proyek ini lokasi di RW 5 dan RT 14, kalau pekerjaan tersebut kurang lebih sudah 2 minggu dan mandornya bernama Yana tapi sekarang dia lagi istirahat dulu, sambil pergi meniggalkan awak media.

Seorang pekerja yang tidak mau di publikasikan nama saat berbincang di lokasi mengatakan ini pekerjaan ada pemborong yang bernama Rasin. “Dan dia yang membayar kita, kalau sekarang tidak ada tadi pagi ada, ke lokasi lagi kira kira jam 3″ ucapnya.

Menyikapi hal tersebut, Ali Salah seorang masyarakat Purwakarta mengatakan, seharusnya sebum pelaksanaan proyek harus ada papan informasi supaya masyarakat tahu dari mana anggaran tersebut dan di pergunakan untuk apa saja. Pejabat siapa pun dia wajib memberikan penjelasan kepada publik terutama mengenai angaran yang di pergunakan untuk proyek apapun itu, yang bersumber dari Negara karena uang tersebut adalah uang rakyat, bukan uang pejabat. tegasnya. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here