Gelar Pesta Ultah Saat Warga DiKepung Banjir, Tokoh Bekasi Minta Bupati Mawas Diri

KABUPATEN BEKASI – Rajawalinews.online

Penanganan Banjir dan Paska Banjir di Kabupaten Bekasi mulai mendapat sorotan dari berbagai kalangan, diantaranya dari ketua Forum Silahtuhrami Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat (Format) Bekasi Raya H. Apuk Idris yang juga sebagai ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila di daerah setempat.

Kepada wartawan H.Apuk Idris mengatakan Perlu diketahui, Bencana Banjir yang merendam belasan Kecamatan di Kabupaten Bekasi bukan baru kali ini terjadi, Melainkan kerap terjadi jika itensitas hujan di hulu sungai Citarum dan beberapa sungai yang ada kian meningkat, sehingga sangat di perlukan penanganan dan pencegahan yang signifikan agar tidak terus berulang kejadian yang sama,

“Kabupaten Bekasi dibawah Kepemimpinan Eka Supria Atmaja (ESA) bisa kita lihat di puluhan titik-titik yang terkena dampak banjir nasib masyarakat menderita baik saat terkena banjir maupun Paska banjir,” kata H Apuk Idris, Jumat 12/02/2021.

“Selain Itu H Apuk Idris Menambahkan, Seharusnya Bupati mengerahkan Para Camat, Kepala Desa terjun langsung dan mendata apa yang di butuhkan warga Kabupaten Bekasi yang wilayahnya tergenang banjir,” Ucapnya

“Bila Perlu Bupati terjun langsung ke Seluruh titik banjir yang ada di kabupaten Bekasi, Bukan hanya berupa bantuan moril disaat seperti ini masyarakat pun butuh dukungan moral dari Kepala Daerahnya,”Ungkapnya

“Malah Kabar yang kita dapat, Disaat Banjir Kepung Belasan Kecamatan di Kabupaten Bekasi Bupati malah pesta pora merayakan ulang tahunnya, Sedangkan masyarakatnya di luar sana sedang teriak membutuhkan bantuan,”Ujar H Apuk Idris

“Seharusnya Dengan adanya bencana banjir seperti ini Bupati Bekasi menyatukan seluruh elemen masyarakat baik dari organisasi masyarakat, Lembaga swadaya masyarakat dan Stakeholder untuk mencari solusi agar bencana banjir ini tidak terus terjadi di setiap musim penghujan tiba,”Saran H.Apuk Idris

“Tetapi Kenyataan Yang Ada, Kata H. Apuk Idris, Bupati Bekasi yang sekarang di jabat oleh Eka Supria Atmaja seperti mengkotak-kotakan elemen masyarakat yang ada, Sebagai contoh yang kami ketahui ada elemen masyarakat dijadikan anak emas dan ada yang bukan anak emas,”Tegasnya

“Jangan pernah seorang pemimpin itu menciptakan suatu kelompok, karena mereka orang Bekasi ketuanya pun orang Bekasi, dan saya orang Bekasi apa tujuan dari pembuatan kelompok tersebut??”. Ucap H. Apuk Idris

“Kan Ormas di Bekasi banyak kenapa tidak di kumpulkan saja semua untuk menjadi satu , itu barulah sipat seorang pemimpin, Jangan hanya menyayangi salah satu golongan saja karena dia itu bapanya Orang bekasi,”Ujarnya.

Jika di Ibaratkan, masih kata H.Apuk Ormas adalah anak, buat apah melahirkan anak lagi yang sudah pasti akan lebih di sayang karena di lahirkan oleh dirinya sendiri, nah dengan seperti itu maka akan mengundang kecemburuan dengan anak anak yang lain.

H.Apuk juga meyakini Masyarakat diluaran sana sangat lah merindukan kehadiran seorang pemimpin, apa lagi dalam bencana banjir seperti ini.

Contoh kecil kegagalan Bupati yaitu mengatasi air kali Cilemah Abang yang hitam dan bau dan itu tepat di depan rumahnya, sampai di demo oleh masyarakat seharusnya dari hal seperti itu aja dia malu.

H.Apuk juga menyindir Bupati sekarang diluaran sana menyebut Bupati Bekasi sebagai Bupati WC, kenapa harus buat WC sedangkan jalan belah di mana mana yang setiap harinya memakan korban, perbaiki saja dulu WC yang ada tidak harus membuat yang baru dan mahal, sindirnya.

Bukan hanya itu, dirinya juga menanyakan untuk anggaran Silpa kita berapa?? Orang orang diluaran sana mencari tapi kita hanya suruh menghabiskan saja tidak bisa.

“Kepada saudara saudara kita yang terkena bencana banjir untuk tidak trauma, agar bisa beraktifitas kembali, mudah mudahan banjir ini juga akan membuat barokah untuk kita Semua.tutup H.Apuk Idris.( Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here