Jatuh Korban Banjir, Bupati Bekasi dinilai Gagal Atasi Banjir

Kabupaten Bekasi – Rajawalinews.online

Mahasiswa Melawan Ketidakadilan Rakyat Kabupaten Bekasi (AMERTA) sebut Buapati Bekasi Eka Supriatmaja gagal dalam mengantisipasi Banjir tahunan yang terus diderita masyarakat Kabupaten Bekasi.

Menurut Koordinator Aliansi Mahasiswa Melawan Ketidakadilan Rakyat Kabupaten Bekasi (AMERTA), Ifky Arendas, bahwa hujan deras memang tak berhenti mengguyur Kabupaten Bekasi selama 2 hari. Dan banjir yang berdampak di 12 Kecamatan itu terjadi akibat buruknya pola pembangunan di Kabupaten Bekasi.

“Tetapi selama kurang lebih 4 tahun ini, yang selalu kami ingatkan ke pemerintah soal bagaimana daya tampung dan daya dukung lingkungan yang ada di kabupaten bekasi. Kalau itu beres, barulah kita bicara soal substansial penanganan banjir,” jelasnya kepada awak media, senin (08/02/2020).

Menurut Ifky Arendas, pemerintah hanya memikirkan pembangunan dan pengambilan pendapat asli daerah saja. Jika sudah berbicara mengenai itu maka hal lain dikesampingkan. Seperti jika terjadi bencana seperti saat ini, barulah pemerintah akan berbicara mengenai lingkungan dan penanganannya.

“Itu konyol namanya. Di sini, kami ingin mengkritik Pemerintah karena selalu abai untuk menyelesaikan masalah banjir yang ada di Kabupaten Bekasi, sejauh mana kemudian Pemkab memperhatikan pengerukan dan pelebaran sungai, pipa ilegal industri pembuangan limbah ke sungai, pipa optik yang ada di gorong gorong” ungkapnya

Hal-hal seperti itulah yang harus dipikirkan untuk meminimalisir terjadinya bencana. Tapi sayangnya, nilai Ifky,

Pemerintah tidak punya keseriusan. Menurutnya, pemangku kebijakan hanya memikirkan banjir sebagai masalah tahunan dan skala-skala untuk menyelesaikannya sudah mereka copy paste setiap tahun.

“Misalnya ada penanganan, bantuan sosial, kirim perahu karet, tim penyelamatan dan sebagainya. Itu kan sama, tidak menyelesaikan masalah,” Pungkasnya.

Dalam pantuan awak media, Bencana banjir di Kabupaten Bekasi sejauh ini belum ada korban jiwa yang mutlak terbawa arus, tetapi ada salah
satu orang warga korban banjir meninggal di pengungsian, korban bernana Hadi Sutrisno, 48 th, warga kampung Kaliulu, Desa Karangraharja, Kecamatan Cikarang Utara, pada Senin pagi, 08/02. meninggal di lokasi pengungsian yang disediakan oleh Dinas Sosial, yang tidak jauh dari lokasi banjir.

Menurut kakak ipar korban, Nengsih. Almarhum beserta istri dan ke tiga anaknya, sudah 3 hari tinggal di pengungsian, rumah dan barang-barang berharga milik almarhum, tidak ada yang bisa di selamatkan, semua terendam banjir dengan ketinggian lebih dari satu meter.

” Dari kemarin, Almarhum sudah mengeluh sakit, dan sempat meminta selimut kepada relawan, setelah dari kamar mandi, langsung jatuh dan meninggal “,ucap Nara sumber.

Almarhum Hadi Sutrisno, langsung di makamkan di pemakaman Walahir, Al-Barkah, pada Senin siang,08/02/2021.
Awak media coba mengkonfirmasi BPBD Kabupaten Bekasi namun tidak ada respon.
(SS/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here