Diancam Tidak Lulus, Mahasiswa Pelita Bangsa Jual Pakaian Bekas Demi Bayar Seminar

Bekasi- Rajawalinews.online

Mahasiswi Universitas Pelita Bangsa Bekasi, DN, harus rela menjual pakaian bekas milik orangtuanya, untuk membayar biaya seminar, yang diterapkan oleh pihak Kampus dengan secara paksa sebesar Rp100 Ribu.


DN yang mahasiswi baru ini, menjual pakaian bekas orangtuanya, lantaran orangtuanya sudah tidak bekerja lagi, usai di PHK. Karena pengurangan karyawan di masa Pandemi Covid-19 ini.

“Saya dan mahasiswa lain di paksa bayar uang seminar Rp100 Ribu. Padahal waktu daftar (kuliah, red) gak ada perjanjian itu,” ujar dia kepada wartawan.

DN juga merasa kaget kepada aturan yang secara tiba-tiba diberitahukan oleh pihak kampus. Pasalnya, jika tidak membayar seminar itu, mahasiswa terancam tidak mendapatkan nilai bagus dan tidak lulus dari Universitas Pelita Bangsa.

“Boleh tanya mahasiswa baru yang lain. Kalau gak ikut tetap wajib bayar. Kalau gak bayar, gak bakal dapat nilai bagus dan gak lulus dari kampus,” keluhnya.

Sementara itu, Alumni Universitas Pelita Bangsa Tahun 2020, RK juga membenarkan kegiatan seminar yang membuat mahasiswa terancam secara psikis. Jika tidak membayar acara seminar, nilai mata kuliah apapun akan jelek dan terancam tidak lulus. Meskipun itu seminar biasa saja.

“Seminarnya biasa. Dan seminar yang gak ada mutunya. Tapi wajib bayar. Kalau ga bayar, kita diberitahu gak akan lulus. Itu kan sebenarnya ancaman,” tandas dia lulusan Fakultas Ekonomi.

Rajawalinews coba mengkonfirmasi Bagian Marketing Universitas Pelita Bangsa, Agung Yehana mengatakan ,’ bahwa berita itu hoaxs tidak benar itu hanya itu issue yang digoreng klo mau bermasalah sejak tahun 2015 kan ada di pendaftaran ada di brosur itu ada berarti mahasiswa nya gak baca itu,ucap Agung lewat telpon selulernya, Selasa 15/12/2020.

Sementara itu Awak media juga berhasil mendapatkan tanggapan dari Rektor Universitas Pelita Bangsa, Hamzah M.Mardi Putra lewat pesan wassapnya mengatakan ” Di brosur sudah ada rincian biaya,artinya beritanya tidak benar kalau di sebarluaskan, Coba dijawab dulu, ya di do’akan saja ,semoga segera bertaubat bagi share berita yang tidak benar. Ya, di minta ke kampus aja, ujar Rektor.
(SS/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here