SUMSEL, Rajawalinews – Gencarnya pembegalan dana desa di kecamatan Panang Enim Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan menjadi sorotan banyak pihak tak terkecuali awak media selalu control social.

Pasal setiap pencairan dana desa di begal Rp 5.000.000 oleh EFIA AFRIANI SE Kepala Sesi (Kasi) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kecamatan Panang Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Menyikapi permasalahan tersebut Ali Sopyan, Pimpinan umum media Rajawalinews Group sekaligus DEVISI Watch Relation of Corruption (WRC), DEVISI pengawasan dan penindakan, sangat Geram dengan adanya pegawai yang masih mau melakukan pungli. Semoga hal tersebut Dapat ketangkap basa dengan Team WRC. Hal semacam ini harus di buru sampai ke akar-akarnya, menurut Ali Sopyan iya akan menerjunkan Team V Pemburu Fakta Rajawali agar lebih jelas kasusnya. Tegas Ali Sopyan.

Team WRC meminta kepada pihak jajaran Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumsel untuk menindak tegas penyelewengan dana desa tersebut, yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan pembangunan di Sumsel.

“Diminta pihah jajaran Tipikor Polda Sumsel mampu membakar gerombolan begal dana desa di kecamatan Panang Enim”, tegas Ali Sopyan.

Masih kata Ali Sopyan di Kecamatan Panang Enim terdiri ada 12 Desa jika setiap pencairan dana di begal 5.000.000 per kepala desa maka Kasi DPMD Mengoceki dana sebesar 5.000.000 x 12 Desa hasilnya Rp 60.000.000 pihak Gerombolan kecamatan berasil merampok dana Desa tidak tertutup kemungkinan pekerjaan tersebut sudah berjalan cukup lama.

Ironisnya AFRIANI ketika di hubungi melalui ponselnya dengan tegas mengatan tidak ada waktu untuk hal yang kurang jelas sehingga berita ini di muat apa adanya. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here