Banyuasin, Rajawalinews – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin, Sumatera Selatan, mengalami kekurangan anggaran untuk membangun infrastruktur di daerah tersebut. Maka dari itu, pemerintah setempat mencari jalan keluar dengan meminjam dana dari perbankan.

Bupati Banyuasin, Askolani, mengatakan telah mendapatkan rekomendasi dari kementerian untuk melakukan pinjaman daerah, namun dalam jumlah limit yang ditentukan.

“Dana pinjaman ini untuk percepatan pembangunan seperi jalan poros. Besaran pinjaman sendiri Rp260 miliar di Bank Sumsel Babel, dengan masa pengembalian selama empat tahun,” katanya, usai melakukan perjanjian kredit di kantor Bank Sumsel Babel, Kamis (19/9).

Askolani bilang, pinjaman ini dinilai masih cukup kecil, sebab kebutuhan dana pembangunan di daerahnya mencapai Rp 1,5 triliun untuk satu tahun. Kendati demikian, pihaknya masih ada dana dari pemerintah pusat, seperti Dana Alokasi Khusus (DAK), bantuan pemerintah provinsi dengan total sekitar Rp 400 miliar.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Achmad Syamsudin, pijaman tersebut dikenakan bunga kredit sebesar 10 persen per tahun. Sementara dana maksimal pinjaman pihak terkait mencapai Rp 700 miliar.

“Dana tidak langsung dicairkan semuanya tahun ini, apalagi ini sudah penghujung tahun. Mungkin akan dicairkan dulu sekitar Rp 60 miliar, sisanya tahun depan,” katanya.
Syamsudin menambahkan, sama seperti pinjaman lainnya, pihaknya juga mengawasi keperuntukan dana yang telah dikucurkan, sehingga pinjaman daerah tersebut dapat diserap sesuai regulasi dan ketentuan. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here