Purwakarta, Rajawalinews – PT Nugraha Jaya Purwakarta (NJP), Perusahan yang bergerak di bidang jasa jual beli tanah itu, diduga telah melakukan penipuan kepada sejumlah konsumennya hingga milyaran rupiah.

Perusahaan yang berkantor di Desa Bunder Kecamatan Jatiluhur Purwakarta itu baru tiga bulan beroperasional. Kini, Direktur dan Wakil Direkturnya menghilang tak tau rimbanya.

Diduga, mereka telah membawa kabur uang milyaran dari sejumlah investor yang menanamkan modalnya. Modus operandinya dengan cara mengiming – imingi sejumlah keutungan dari dana talang bagi hasil keuntungan jual beli tanah.

Hasil pantauan media ini Jumat lalu (18/9/20), puluhan korban mendatangi kantor PT. NJP untuk mempertanyakan keberadaan investasinya. Mereka meminta uang mereka yang telah disetorkan tersebut dikembalikan. Diperoleh keterangan mereka berinvestasi mulai puluhan juta rupiah sampai milyaran rupiah.

Selain modus dana talang, ada beberapa korban yang di duga dirugikan terkait penggelapan kendaraan

Mulyadi salah seorang korban menuturkan, selain rumahnya di kontrak untuk kantor. Ia juga secara bertahap untuk menutupi kebutuhan operasional kantor menyerahkan dana talang yanng jumlahnya mencapai Rp 1,4 Milyar. Alih – alih menunjukan keseriusannya, pihak NJP mengembalikan uang kepada Mulyadi dengan memberikan cek. Sayangnya, ketika akan dicairkan ke salah satu Bank, ternyata cek kosong

“Terkait cek kosong PT NJP melalui Direkturnya Bagus Nugraha membuat surat perjanjian dengan saya, Apabila uang dana talang tidak di kembalikan tanggal 14/9/2020 siap dipidanakan,” kata Mulyadi.

Sementara itu, menurut karyawan yang juga korban menyatakan,semua Karyawan perusahaan PT NJP sudah tiga bulan belum menerima honor,

“Bahkan di bulan ketiga dengan di berikan ATM untuk pengambilan honor ternyata setelah di cek kosong tidak ada uang yang masuk rekening karyawan tersebut

Lain halnya yang di alami HN warga Bandung, ia dengan di janjikan Proyek bangunan kantor dengan nilai anggaran RP 2.5 milyar dan sudah menyetor ratusan juta sebagai jaminan, ternyata dalam pengembalian uang dari PT NJP, ia juga menerima cek kosong.

Dengan kesepakatan bersama, Jumat sore (18/9/20) puluhan korban dan karyawan yang merasa sudah dirugikan, bersama – sama melaporkan Bagus Nugraha Direktur PT NJP ke polres Purwakarta Kini kasusnya, ditangani Polres Purwakarta.

Sampai berita ini di turunkan, Minggu (20/9/2020), baik Direktur dan Wakil Direktur PT NJP Tidak bisa di temui karena menurut beberapa karyawanya bos menghilang Tidak tahu keberadaannya.

(dodi tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here