Rajawalinews – Proses pembuatan kapal selam ke-3 atau Kapal Selam Alugoro yang dibuat oleh PT PAL, 2019-2020. Dua unit sebelumnya sudah diproduksi di Korea Selatan di galangan kapal DSME.

Berikut 3 fakta menarik, bikin geger dunia, kapal selam buatan PT PAL Indonesia, sebelum diserahkan ke  Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akhir 2020 nanti :

Tahapan First Trimming Test Kapal Selam Alugoro pada 24 Oktober 2019 di dermaga kapal selam PT PAL Indonesia (Persero), mengalami sukses Besar.

Tahapan sangat krusial dalam menguji keseimbangan kapal selam baik di permukaan maupun di bawah permukaan. Kapal Selam Alugoro berhasil memenuhi syarat kestabilan di permukaan dan pada saat menyelam. Tes ini membutuhkan kondisi perairan yang tenang dan memiliki kedalaman antara 15 hingga 18 meter.

Fase ini merupakan tes pertama untuk menyelam sebelum dilakukan tes di laut lepas. Kapal Selam Alugoro harus menjalani beberapa tahapan tes lain seperti Sea Acceptance Test (SAT) atau tes berlayar di perairan terbuka hingga tahapan Final Completion, sebelum akhirnya dapat beroperasi penuh (Comissioning).

Fakta 1 :

Pada 20 Januari 2020, kapal selamAlugoro menjalani tahapan Nominal Diving Depth (NDD) di Perairan Utara Pulau Bali. NDD merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Kapal Selam Alugoro.

Tahapan NDD dinyatakan berhasil, Kapal Selam Alugoro berhasil menyelam hingga kedalaman 250 meter. Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro tahapan NDD ini sangat penting karena setelah tahapan NDD berhasil dilaksanakan dapat disimpulkan 90% proses pembangunan kapal selam telah berhasil.

Fakta 2 :

Kapal selam tersebut sepenuhnya dibangun di Fasilitas Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero). Dalam pengerjaan joint section PT PAL Indonesia (Persero) berhasil menyelesaikan dengan predikat zero defect. 

Kapal selam dengan spesifikasi panjang 61,3 meter, kecepatan maksimal saat menyelam 21 knot dan kecepatan maksimal di permukaan 12 knot. 

Tidak main-main, predikat zero defect diakui langsung oleh timdari DSME Korea Selatan. Predikat tersebut berdasarkan pada laporan pengetesan radiografi atau yang biasa dikenal dengan X-Ray yang meliputi pengetesan untuk mencari cacat las sebagai berikut: crack, under cut, root concavity, excessive penetration, dan burn through. Terlebih kesuksesan zero defect didapatkan pada proses pengelasan material yang sangat khusus yakni HY-80

FAKTA 3

Pada 4 Maret 2020, Kapal selam  Alugoro telah berhasil menjalani tahapan uji Tactical Diving Depth (TDD) hingga kedalaman 310,8 meter di Perairan Utara Pulau Bali. TDD adalah tes kedalaman taktis bagi sebuah Kapal Selam pada kedalaman di bawah layer laut yang sulit dideteksi kapal atas air, TDD merupakan bagian dari 53 item Sea Acceptance Test (SAT) Kapal Selam Alugoro.

Menurut Kepala Divisi Kapal Selam PT PAL Indonesia (Persero) Satriyo Bintoro tahapan TDD ini penting untuk uji kekedapan kapal. Terbukti kapal selam dapat mempertahankan kekedapan pada kedalaman 300 meter dengan tekanan lingkungan pada kedalaman tersebut sebesar 30 bar. Uji kekuatan struktur ditinjau dan diikuti langsung Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh.

Kapal Selam Alugoro juga telah berhasil melaksanakan Nominal Diving Depth (NDD) 250 meter pada 20 Januari 2020 lalu. Kegiatan SAT dilaksanakan di perairan utara Pulau Bali yang merupakan area latihan TNI AL serta memiliki kedalaman laut yang memadai. Selama pengujian Kapal Selam Alugoro dikawal oleh KRI RE Martadinata-331 dan menggunakan Dermaga APBN, Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi sebagai fasilitas sandar dan berlabuh.

Luar biasa dukungan Menhan untuk proyek ini, sehingga membeli teknologi anak bangsa ini. (RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here