Brebes, Rajawalinews – Persatuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bregas atau dengan sebutan lain nya PBB, mengadakan Silaturahmi dan membahas terkait penolakan RUU HIP di kampus Universitas Peradaban Bumiayu.

Di hadiri 8 ketua BEM, dan 19 orang dari perwakilan 8 kampus, yaitu BEM STAI Brebes, BEM UMUS, BEM BHAMADA Brebes, STIMIK MPB, Poltek Mitra Karya Mandiri, Politeknik HARBER, BEM IBN dan BEM Universitas Peradaban.

Pada kesempatan itu, ketua BEM Universitas Peradaban, Royke Loro, Secara Tegas Menolak RUU HIP, Ketua Bem aliansi persatuan bregas ( PBB ), Muhammad Nur Rofiq juga sangat tegas menolak RUU HIP.

Kami akan mengadakan kajian lebih lanjut serta audiensi dengan DPRD di tiga wilayah yaitu, Brebes, Tegal dan Slawi secara serentak, sebagai acuan penolakan RUU HIP, serta aksi turun ke jalan menolak RUU HIP.

Dalam silaturahmi tersebut juga hadir Pencetus PBB, Penggerak Pergerakan Komunitas Shafa Brebes, Edy Nurjaya, mahasiswa itu Agent of Change di segala bidang dan menjadi Social Control yang akan terus menjunjung tinggi keterbukaan dan transparansi dalam melaksanakan pemerintahan agar lebih mensejahterakan rakyatnya dan meminimalisir tingkat penyelewengan di tingkat aparatur negara, mahasiswa adalah generasi harapan yang kelak mampu membawa perubahan, mahasiswa dituntut mampu untuk mengontrol keadaan negara; bukan untuk sekedar mengkritik, tetapi juga memberikan kontribusi yang riil untuk perubahan yang lebih baik (agent of social control). Sebagai kaum intelektual mahasiswa harus bersikap berani dan kritis, berani untuk mendobrak zaman ke arah kemajuan dan kritis terhadap kebijakan para pemegang roda pemerintahan. Ucapnya. (Tim/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here