Bekasi, Rajawalinews – Kegiatan Pelaksanaan Pembangunan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kedungwaringin yang tepatnya berada di Desa Kedungwaringin Kecamatan Kedungwaringin Kabupaten Bekasi, menurut informasi dari pihak sekolah itu merupakan pembangunan untuk WC atau toilet siswa.

Disinyalir kegiatan tersebut menelan biaya ratusan juta rupiah dan diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Belanja (RAB) dan Pelaksanaannya tidak jelas karena tidak dipasang papan kegiatan.

Kabar angin juga mengatakan bahwa proyek tersebut disinyalir proyek akal-akalan oknum Kepala Sekolah (Kepsek) untuk mendapatkan Dana. Hal tersebut menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat dan sosial kontrol.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjan Umum No 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan, papan proyek harus terpasang sebelum pekerjan dimulai dan selama kegiatan pembangunan fisik proyek dengan mencantumkan bidang kegiatan, jenis kegiatan, lokasi, volume, sumber dana, jumlah anggaran dan pelaksana kegiatan agar mudah diketahui publik.

Saat Tim Rajawalinews Group melakukan konfirmasi kepada H. Hamin Hamdani, Kepsek SMPN 1 Kedungwaringin terkait Desas-desus informasi tersebut Hamin mengakui kalau memang ada kegiatan, “Iya, memang ada kegiatan pembangunan disini”, jawabnya.

Namun, ia-red juga menambahkan kalau dana dari kegiatan tersebut belum cair. Adapun bahan bangunan seperti, pasir, batu bata dan lainnya yang sudah ada di sekolah hasil dari hutang. “Bahan bangunan yang ada juga masih ngutang di toko bangunan”, jelasnya.

Menyikapi hal tersebut Abdillah, Ketua Umum Jabar Coruption Watch (JCW) menegaskan setiap pembangunan yang dibiayai oleh Pemerintah wajib memasang papan informasi, apabila tidak di pasang maka itu merupakan pelanggaran karena telah diatur dalam Undang Undang No.14 Tahun 2008 tentang Keterbukan Informasi Publik (KIP) dan Peraturan Persiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadan Barang atau Jasa Pemerintah.

JCW akan menyurati pihak sekolah terkait kebenaran pelaksanaan kegiatan yang ada di SMPN 1 Kedungwaringin. “Kalaupun ada permainan didalamnya kami tidak segan-segan untuk melaporkannya”, tegas Abdilah. (Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here